Berita Terbaru :
Terminal Kertonegoro Ngawi Mati Suri
Aduh Uber Menghancurkan Ribuan Sepeda Listrik, Kenapa?
Amankah Pemanis Buatan untuk Penderita Diabetes?
Rumah Milik Warga di Ponorogo Nyaris Roboh
RSUD dr Mohamad Saleh Gunakan Aferisis Untuk Terapi Pasien Covid 19
Peringati Hari Lahirnya Pancasila, Aktifis PA GMNI Lakukan Tabur Bunga di TMP
Kapolres Malang Siapkan 1.295 Personil Untuk New Nomral Life
   

Fenomena Hari Tanpa Bayangan Dapat Dirasakan Masyarakat Jawa Timur
Metropolis  Sabtu, 14-09-2019 | 09:20 wib
Reporter : Usrox Indra
Sidoarjo pojokpitu.com, Bulan September ini masyarakat Jawa Tmur akan menjumpai fenomena hari tanpa bayangan, karena kulminasi matahari yang berada diatas kepala di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara dan akan berlangsung pada bulan Oktober mendatang.

Prakirawan cuaca BMKG Juanda, Agata, mengatakan, saat ini beberapa kota di Indonesia saat ini sedang mengalami fenomena alam   yang biasa disebut fenomena alam kulminasi atau  masa transit, kerena saat ini matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit.

Untuk meihat  fenomena hari tanpa bayangan ini, bisa melihat bayangan benda tegak akan terlihat seperti menghilang, karena bertumpuk dengan benda itu sendiri, pada bulan September fenomena ini muncul dan disebut sebagai hari tanpa bayangan.

"Fenomena hari tanpa bayangan terjadi karena deklinasi atau posisi matahari sama dengan lintang pengamat maka disebut kulminasi utama, dalam istilah BMKG matahari akan berada tepat diatas kepala," ujar Agata.

Sementara itu, kulminasi sendiri nantinya juga akan terjadi di Kota Surabaya pada pertengan bulang September  hingga bulan Oktober mendatang tepat  pukul 11.15. Namun hanya berlangsung selama dua menit saja.

"Untuk dampak yang terjadi akibat fenomena tersebut adalah cuaca pada siang hari cenderung lebih panas,  dengan suhu diperkirakan berkisar antara 30-34 derajat celcius," imbuhnya.

Sementara itu akibat  fenomena hari tanpa bayangan, Agata menyampaikan untuk penerbangan, BMKG  pastikan tidak ada dampak sama sekali.

"Begitu pula dengan pelayaran karena ombak tinggi biasanya terpengaruh dengan kondisi angin dan cuaca bukan posisi matahari," tutup Agata. (yos)





Berita Terkait

Fenomena Hari Tanpa Bayangan Dapat Dirasakan Masyarakat Jawa Timur
Berita Terpopuler
Kapolres Malang Siapkan 1.295 Personil Untuk New Nomral Life
Malang Raya  6 jam

Peringati Hari Lahirnya Pancasila, Aktifis PA GMNI Lakukan Tabur Bunga di TMP
Peristiwa  5 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber