Berita Terbaru :
Enam Warga Korban Prona Lapor Polisi Nganjuk
Jumlah Pasien Covid 19 Yang Sembuh di Jawa Timur Makin Banyak
Tiga Karyawan PDAM Diduga Terpapar Covid 19
Warga Lumajang Masih Antri Pancarian Bantuan
Pengunjung Dibuat Tidak Saling Berpapasan di Dalam Mall
Jawa Timur Terjunkan Tim Covid 19 Hunter ke Sejumlah Daerah
Begini kata Kejaksaan Ponorogo Terkait Dugaan Korupsi PDAM
Lahir di Masa Pandemi Kelahiran Bayi Singa Putih Membawa Warna Tersendiri
Pandemi Covid-19, Penghobi Aquascape Bojonegoro Meningkat
6 Ribu Lebih Alat Rapid Test Sudah Digunakan Tracing
Mulai Minggu Depan Pelayanan Uji Kir Kembali Dibuka
Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
   

Pemkab Nganjuk Bersama Masyarakat Gelar Tradisi Siraman Sedudo
Mataraman  Minggu, 15-09-2019 | 09:20 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Tradisi dan budaya peninggalan leluhur masih terus dilestarikan oleh bangsa Indonesia. Salah satunya di Nganjuk, pemerintah dan masyarakat menggelar tradisi upacara prana prasthista atau lebih kenal dengan siraman air terjun sedudo.

Tardisi yang digelar setiap tahun ini, terus dikembangkan dengan tujuan melestarikan budaya dan memberikan daya tarik wisata kepada bangsa Indonesia bahkan dunia, dengan menghadirkan 7 perwakilan wisatawan asing.

Dibawah air terjun sedudo inilah, tradisi satu suro, salah satu peninggalan nenek moyang digelar, bertempat di Desa Ngeliman Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk.

Tradisi upacara prana prasthista atau upacara proses pengambilan air terjun sedudo ini, dimulai dengan, iring-iringan sesepuh desa menuju air terjun sedudo, dengan membawa dupa.

Prosesi dilanjutkan dengan sajian tarian gambyong yang terdiri dari 6 penari yang masih gadis, yang kemudian akan menyerahkan 12 kendil (tempat air) ke 12  gadis yang akan mengambil air bersama 12 pejaka.

Usai tarian, kedua belas gadis dan pejaka mulai masuk keair terjun untuk mengambil air langsung dari jatuhnya air terjun, yang kemudian diserahkan kepada kedua belas gadis.

Air langsung dibawa dan di jadikan satu kesebuah tempayan besar, untuk disimpan dan diabadikan di Pendopo Kabupaten Nganjuk.

Dari sisi sejarah dan budaya, siraman sedudo ada sejak jaman kerajaan majapahit dan kejayaan islam. Saat itu air terjun sedudo sering digunakan untuk mencuci senjata pusaka milik raja dan patih dalam prana pratista.

Sementara di zaman kerajaan Islam,  sedudo sangat dikenal sebagai kawasan pertapaan ki ageng ngaliman. Yaitu tokoh pelopor penyebaran agama islam pertama kali di nganjuk, sebagai penghormatan atas jasa-jasanya.

Disamping guna melestarikan budaya dan tradisi, dengan prosesi siraman yang digelar setiap bulan suro ini, sebagai bentuk rasa syukur kepada yang kuasa dan doa agar semua warga nganjuk mendapatkan keselamatan dan dijauhkan dari segala mala petaka, serta hasil pertanian akan melimpah.

Novi Rahman Hidayat, Bupati Nganjuk, mengatakan, serta tradisi turun temurun ini juga dimaksudkan untuk menarik wisatawan dalam negeri dan asing, bahkan tahun ini didatangi 7 wisatawan asing dari berbagai negara.

Menurut Kacob, wisatawan asing dari negara Belanda, ia baru pertamakali datang ke wisatawan air terjun sedudo Nganjuk, ia suka dengan nuansa yang alami, dan hawa yang dingin, serta prosesi yang bagus.

Prosesi diakhiri dengan warga dan pejabat juga mandi bareng di air terjun sedudo, guna menikmati dinginnya air dan keindahan alam wisata air tejun. (yos)



Berita Terkait

Pemkab Nganjuk Bersama Masyarakat Gelar Tradisi Siraman Sedudo
Berita Terpopuler
Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  12 jam

Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Peristiwa  11 jam

Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Peristiwa  10 jam

Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber