Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Pendidikan 

Mendikbud Minta Guru Terampil Gunakan Teknologi Informasi sebagai Wahana Pembelajaran
Senin, 16-09-2019 | 03:13 wib
Oleh :
Jakarta pojokpitu.com, Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan, penanaman nilai Pancasila sebagai wahana pembangunan watak atau karakter bangsa adalah penting. Seluruh satuan pendidikan mempunyai tanggung jawab moral dalam penanaman nilai Pancasila sedini mungkin.

"Mata pelajaran Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) belum memiliki dampak besar terhadap pembentukan karakter siswa. Hal ini disebabkan belum adanya implementasi penanaman nilai-nilai Pancasila secara konkret di sekolah, melainkan hanya sebatas pengetahuan," terang Menteri Muhadjir, Minggu (15/9).

Dia menambahkan, dibutuhkan mata pelajaran yang memiliki posisi sebagai pemandu terhadap proses kegiatan belajar mengajar yang ada di satuan pendidikan, termasuk pembelajaran yang ada di masyarakat maupun keluarga.

Strategi pengajaran Pancasila, akan diarahkan untuk lebih banyak memberikan contoh mengenai penanaman nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

"Kemendikbud telah melatih sebanyak 1.028 guru pendidikan dasar dari 514 kabupaten/kota di Indonesia. Saya harap guru-guru itu bisa, metode pengajarannya dari sebelumnya berorientasi pada pengetahuan pada jenjang pendidikan dasar menjadi penerapan nilai Pancasila," ujar Menteri Muhadjir.

Kemendikbud, lanjutnya, akan melakukan pengkajian mendalam mengenai kemungkinan terjadinya pemisahan mata pelajaran Pancasila dengan Kewarganegaraan. Judul mata pelajaran sekarang itu PPKn dan ada di dalam Peraturan Pemerintah.

"Setelah kami evaluasi ketika materi Pancasila itu dijadikan satu dengan Kewarganegaraan maka kemudian pembobotan Pancasila itu lebih kepada pengetahuan. Padahal maksud dari mata pelajaran atau tema Pancasila bukan pengetahuan melainkan penanaman nilai. Ini sedang kita kaji lebih dalam lagi," terangnya.

Pada kesempatan ini, dia juga menitipkan kepada para pendidik dan tenaga kependidikan memerhatikan penggunaan alat komunikasi untuk mengakses dunia maya. Guru juga harus berperan sebagai penjaga gawang, sebagai penyaring informasi mana yang harus dia pakai dan dijauhi.

"Intinya di era digital ini, guru dituntut untuk terampil menggunakan teknologi informasi sebagai wahana pembelajaran, tetapi juga harus pandai betul memilih dan memilah konten-konten yang ada di dalam berbagai macam sumber informasi terutama yang berasal dari dunia maya," pesannya.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbud, Supriano, menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan 1.200 guru yang sudah diberikan Training of Trainers (ToT) yang diintegrasikan dengan kebijakan Kemendikbud di mana pelatihan ini akan berbasis zona.

"Nanti ini akan dimasukkan ke dalam penguatan kompetensi pembelajaran di semua bidang termasuk di sana ada Pancasila. Ke depannya akan kami atur bahwa semua mata pelajaran harus ada muatan Pancasila. Mulai dari yang sederhana saja dulu, misalnya gotong royong. Jadi langsung dipraktikkan bukan hanya pengetahuan," jelas Supriano. (esy/jpnn/end)



Berita Terkait


Mendikbud Minta Guru Terampil Gunakan Teknologi Informasi sebagai Wahana Pembelajaran

Guru Ini Temukan Metode Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus

Pembelajaran Berbasis Sosial Dengan Bersih-Bersih Makam

Pembelajaran Bahasa Inggris di Kampus Masih Minim


Guru Endang Ciptakan Inovasi Metode Pembelajaran Siswa Kesulitan Membaca

Guru Ini Temukan Metode Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus

Pembelajaran Berbasis Sosial Dengan Bersih-Bersih Makam

Training Nasional Mindset Pembelajaran Disambut Antusias Guru Ponorogo

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber