Berita Terbaru :
Polisi Grebeg Pengedar Pil Setan Saat Edarkan Kepada Pemuda Desa
Menkes RI Memuji Perjuangan Surabaya Melawan Covid-19
Istri Jadi TKW, Pria Bejat Ini Setubuhi Anak Gadis Tetangga
Risma : Tercatat, 127 Anak - Anak Rentan Terpapar Covid-19
Ponpes Siapkan Protokol Kesehatan Sambut Santri Masuk Pondok
50 Ribu Rapid Tes Gratis Tersedia di ASDP Ketapang
Bakal Digelar 9 Desember 2020, Pilkada di Sidoarjo Terapkan Protokol Kesehatan
New Normal Diharapkan Mampu Kembalikan Omzet PKL
Rapid Test Massal, 68 Warga Reaktif Covid 19
Persiapan New Normal, Masyarakat Dilatih Mandiri dan Tidak Bergantung Pada Pemerintah
Rapid Test Massal Tidak Terapkan Phsycal Distancing
Kegiatan Belajar Mengajar Ponpes Annur Terhenti Sejak Pandemi Covid 19
Dindik Tunggu Restu Tim Gugus Tugas Untuk Memulai KBM
Serentak, PPDB di Madiun Bakal Dilaksanakan Pada 23 Juni Mendatang
Sosialisasi PPDB SMA-SMK Online
   

Tradisi Bulan Suro, Warga Berebut Hasil Pertanian
Peristiwa  Senin, 16-09-2019 | 17:57 wib
Reporter : Mujianto Primadi
Sidoarjo pojokpitu.com, Berbagai cara masyarakat dalam memaknai bulan Suro atau di bulan Muharram saat menggelar tradisi ruwah desa. Di Sidoarjo Jawa Timur, masyarakat Desa Kedungcangkring Kecamatan Jabon melakukan syukuran desa dengan berdoa bersama hingga berebut hasil bumi para petani. Kegiatan ruwah desa setempat untuk melestarikan tradisi guna menciptakan guyup rukun antar tetangga sesuai harapan para leluhur.

Tradisi ruwah desa ini telah dilakukan masyarakat Dusun Podokaton Desa Kedungcangkring Kecamatan Jabon Sidoarjo dengan menggelar berbagai ritual. Salah satunya dengan melakukan doa bersama sambil menghadirkan puluhan nasi tumpeng yang berasal dari masakan masyarakat setempat.

Namun sebelum nasi tumpeng dimakan bersama, ritual doa bersama yang dipimpin seorang ulama setempat menjadi momen penting karena doa tersebut bisa dipercaya membuang sial atau malapetaka pada desanya. Selain itu, doa bersama juga dapat dipercaya mendapat kemakmuran atau lohjinawi yang diartikan mudah mendapatkan rezeki dari hasil bumi, karena mayoritas penduduk bekerja sebagai para petani.

Tak hanya doa bersama dan makan bersama nasi tumpeng, para petani juga memberikan sejumlah hasil buminya kepada para masyarakat. Mereka memberikannya dengan cara diperebutkan yang dikemas dalam gunungan hasil bumi dengan harapan warga bisa guyup rukun antar tetangga.

"Bagi warga yang mendapatkan hasil bumi dipercaya bisa mendapat rezeki dan dijauhkan dari malapetaka," tutur Alfia, salah satu warga.

Tradisi ruwah desa ini telah dilakukan masyarakat Dusun Podokaton Kedungcangring sudah sejak turun temurun dari nenek moyang setempat. "Kegiatan ini salah satunya mengajak semua masyarakat untuk guyup rukun antar tetangga, jaga lingkungan dan bangun desa sesuai program pemerintah," kata Zainudin Fanani, Kades Kedungcangring.

Sementara itu, Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin sangat mengapresiasi dengan kegiatan dalam melestarikan tradisi ruwah desa karena bisa menciptakan kerukunan antar warga sesuai harapan pendiri bangsa.(end)

 

 


Berita Terkait

Tradisi Bulan Suro, Warga Berebut Hasil Pertanian
Berita Terpopuler
Membusuk Bunuh Diri, Diduga Akibat Depresi Gejala Covid-19
Peristiwa  10 jam

Pengusaha Kulit Ditemukan Tewas Membusuk di Lingkungan Industri Kecil
Peristiwa  7 jam

Kasus Positif Covid Tembus 62, 4 Sembuh
Covid-19  7 jam

1.931 Jamaah Haji Bojonegoro Gagal Berangkat ke Tanah Suci
Info Haji  5 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber