Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Tradisi Bulan Suro, Warga Berebut Hasil Pertanian
Senin, 16-09-2019 | 17:57 wib
Oleh : Mujianto Primadi
Sidoarjo pojokpitu.com, Berbagai cara masyarakat dalam memaknai bulan Suro atau di bulan Muharram saat menggelar tradisi ruwah desa. Di Sidoarjo Jawa Timur, masyarakat Desa Kedungcangkring Kecamatan Jabon melakukan syukuran desa dengan berdoa bersama hingga berebut hasil bumi para petani. Kegiatan ruwah desa setempat untuk melestarikan tradisi guna menciptakan guyup rukun antar tetangga sesuai harapan para leluhur.

Tradisi ruwah desa ini telah dilakukan masyarakat Dusun Podokaton Desa Kedungcangkring Kecamatan Jabon Sidoarjo dengan menggelar berbagai ritual. Salah satunya dengan melakukan doa bersama sambil menghadirkan puluhan nasi tumpeng yang berasal dari masakan masyarakat setempat.

Namun sebelum nasi tumpeng dimakan bersama, ritual doa bersama yang dipimpin seorang ulama setempat menjadi momen penting karena doa tersebut bisa dipercaya membuang sial atau malapetaka pada desanya. Selain itu, doa bersama juga dapat dipercaya mendapat kemakmuran atau lohjinawi yang diartikan mudah mendapatkan rezeki dari hasil bumi, karena mayoritas penduduk bekerja sebagai para petani.

Tak hanya doa bersama dan makan bersama nasi tumpeng, para petani juga memberikan sejumlah hasil buminya kepada para masyarakat. Mereka memberikannya dengan cara diperebutkan yang dikemas dalam gunungan hasil bumi dengan harapan warga bisa guyup rukun antar tetangga.

"Bagi warga yang mendapatkan hasil bumi dipercaya bisa mendapat rezeki dan dijauhkan dari malapetaka," tutur Alfia, salah satu warga.

Tradisi ruwah desa ini telah dilakukan masyarakat Dusun Podokaton Kedungcangring sudah sejak turun temurun dari nenek moyang setempat. "Kegiatan ini salah satunya mengajak semua masyarakat untuk guyup rukun antar tetangga, jaga lingkungan dan bangun desa sesuai program pemerintah," kata Zainudin Fanani, Kades Kedungcangring.

Sementara itu, Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin sangat mengapresiasi dengan kegiatan dalam melestarikan tradisi ruwah desa karena bisa menciptakan kerukunan antar warga sesuai harapan pendiri bangsa.(end)

 

 


Berita Terkait


Tradisi Bulan Suro, Warga Berebut Hasil Pertanian


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber