Berita Terbaru :
Oknum Anggota DPRD Bojonegoro Dilaporkan Istri Terkait Dugaan KDRT
Gara - Gara Jalan Rusak, Truk Terguling di Jalan Kepatihan
4600 Ton Beras Disalurkan Untuk Bantuan Sosial Selama 3 Bulan
Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Bangun Sinergitas, TNI Polri Latihan Menembak Bersama
Agar Mudah Diterima, Edukasi Masker Pakai Tokoh Kartun Batman
Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
KPU Sidoarjo Seleksi 127 Calon Relawan Demokrasi
Musim Panen Harga Bawang Merah Anjlok Drastis, Terdampak Merebaknya Covid-19
Pemkab Akan Undang Investor Dirkan Pabrik Rokok di Ngawi
Pemaparan Sosialisasi Perbawaslu Dimusim Pandemi Dihadapan Seluruh Petugas PPK
Sehari 9 Sembuh, Tapi Ada Tambahan 12 Positif Covid-19
Diperpanjang Hingga 2021, Sebanyak 1.085.000 Pekerja Sudah Terima BSU
Kasek dan Guru SMAN 2 Ngawi Terpapar Covid-19
   

Selundupkan Ratusan Burung Langka Asal Papua, 4 Orang ABK Kapal Diamankan
Metropolis  Kamis, 19-09-2019 | 20:07 wib
Reporter : Bagus Setiawan
Surabaya pojokpitu.com, Ditpolair Polda Jatim, berhasil menggagalkan penyelundupan satwa langka dan dilindungi di perairan Surabaya. Berbagai jenis satwa burung ini, berasal dari Papua dan dibawa menggunakan kapal motor senja persada, di dermaga Kalimas, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Sebanyak 145 jenis burung langka dan dilindungi asal Papua ini, diamankan di markas Ditpolair Polda Jatim, di Tanjung Perak Surabaya. Ratusan burung ini, ditemukan dan disita dari ABK kapal motor senja persada, Kamis dini hari tadi (19/9).

145 burung yang diamankan ini antara lain, 27 ekor burung jagal papua, 92 burung cucak papua, 22 ekor burung kasturi, dan 1 ekor burung koak. Selain itu juga ditemukan 3 tanduk rusa.

Petugas Ditpolair berhasil mengamankan 4 orang ABK, yaitu Adi, Ari, Dodi dan Adit. Mereka diduga sebagai pemilik burung. "Saya beli dari teman di Papua, rencananya akan dijual kembali di Surabaya lewat media sosial," ujar Adi, salah satu tersangka penyelundupan burung langka.

Sementara itu,  AKBP Kobul Syarin Ritonga Wadirpolair Polda Jatim mengatakan, 145 satwa langka itu sengaja disembunyikan di kamar mesin kapal, milik ABK agar tidak diketahui petugas. "Setelah diperiksa, ternyata tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah," ujar AKBP Kobul Syaring Ritonga Wadirpolair Polda Jatim

Keempat tersangka terancam dijerat Pasal 21 Ayat 2 UU No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistem. Adapun ancaman pidana penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta.(end)







Berita Terkait

Penyelundupan 500 Gram Sabu Di Lapas Kelas 1 Berhasil Digagalkan

Pengedar dan Pengguna Sabu Diringkus Usai Transaksi

Jadi Kurir, Seorang Wanita Selundupkan Sabu di Dalam Kemaluan

Polisi Gagalkan Penyelundupan 200 Butir Pil Ekstasi e Kalimantan Timur Senilai Rp 160 Juta
Berita Terpopuler
Kasek dan Guru SMAN 2 Ngawi Terpapar Covid-19
Covid-19  11 jam

Krisis Air Bersih,Warga Berebut Air Bantuan Pemkab
Peristiwa  13 jam

Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
Metropolis  4 jam

Bupati Novi Kembali Digugat 15 Miliar Atas Dugaan Penyerobotan Tanah Warga
Hukum  12 jam



Cuplikan Berita
Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Jatim Awan

Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber