Berita Terbaru :
Dua Pasang Bacabup dan Bacawabup Lamongan Sudah Sesuai Mekanisme
Ditangkap Karena Terlibat Kasus Perampasan, Pemuda Asal Dampit Nikah di Polsek
Polresta Sidoarjo Berikan Penghargaan Kepada 40 Anggota Berprestasi
Jelang Hari Jadi dan Suro, Pengrajin Seni Sterofoam dan Gabus Sepi Order
Perayaan Hari Jadi Kota Reog ke-524 Dikemas Sederhana
Empat Pegawai Positif Korona, Puskesmas Wringinanom Ponorogo Ditutup
Gaji 13 ASN Segera Cair
Pemkab Ngawi Bakal Tertibkan Bangunan yang Melebihi Batas
Daftar Sebagai Pemilih Tetap di Kediri, Mas Dhito Berharap Penyelenggara Optimal dan Adil
Begini Pembelajaran Tatap Muka SMA di Era Pandemi
Berduaan di Dalam Kamar Kos, Satu Pasangan Bukan Suami Isteri Terjaring Satpol PP
Diduga Dukun Sihir, Warga Kepulauan Kangayan Dibunuh Diatas Kapal Motor
Satu Nakes Puskesmas Maospati Positif Covid-19
Tim Identifikasi Polres, Kumpulkan Beberapa Barang Bukti
Kota Malang Kembali Catat Rekor Penambahan Pasien Positif Covid-19
   

Anak Pengayuh Becak Raih IPK Sempurna Program Doktoral ITS
Sosok  Jum'at, 20-09-2019 | 09:15 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
Lailatul Qomariyah, Wisudawan PMDSU ITS.
Surabaya pojokpitu.com, Terkendala biaya kuliah tak menjadikan Lailatul Qomariyah patah arang. Perempuan asal Pamekasan itu nyatanya bisa menuntaskan pendidikan hingga jenjang doktoral dengan nilai sempurna, di usianya ke-27 tahun.

Lailatul Qomariyah, menjadi salah satu wisudawan program doktoral yang lulus dari Pendidikan Magister Menuju Doktor Untuk Sarjana Unggul (PMDSU) Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi, pada wisuda ITS Minggu lalu (15/9).

Namanya menjadi viral lantaran di usianya ke-27 tahun, dia berhasil menjadi doktor dengan nilai sempurna. Yakni IPK 4,00 jenjang magister dan doktoral.

Tak mudah bagi perempuan yang hobi membaca dan meneliti ini untuk mencapai titik ini. Dilahirkan dari keluarga kurang mampu, membuatnya terpacu untuk terus belajar. Program bidik misi berhasil dia raih saat duduk di bangku sarjana Teknik Kimia ITS.

Dirinya bertekad mengikuti PMDSU dengan harapan, mampu mengubah derajat keluarga. "Ibu saya buruh usaha rumahan, sedangkan ayah saya merupakan buruh tani dan pengayuh becak," Lailatul Qomariyah, Wisudawan PMDSU ITS.

Selama perkuliahan, Laila berhasil menerbitkan 6 jurnal internasional terindeks SKOPUS.

Kedepan, sulung dari 3 bersaudara ini berencana memberangkatkan umroh kedua orang tuanya, serta meminta keduanya berhenti bekerja.

Dirinya berani menjamin, pendidikan yang telah diraihnya dapat mengubah perekonomian keluarga.

Berita Terkait

Anak Pengayuh Becak Raih IPK Sempurna Program Doktoral ITS

Tahun Ajaran Baru, Unesa Bebaskan Mahasiswa Berprestasi Dari Skripsi
Berita Terpopuler
Ratusan Orang Dari Perguruan Pencak Silat, Kembali Serang Warga
Peristiwa  7 jam

Jokowi Teken PP, Pegawai KPK Resmi Jadi ASN
Politik  15 jam

Pemkab Sidoarjo Bagi 15 Ribu Masker Gratis Untuk Penanganan Covid 19
Metropolis  16 jam

Dipicu Bendera, Warga dan Pesilat Terlibat Bentrok
Peristiwa  8 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber