Berita Terbaru :
Kasus Covid Bertambah, Pemkab Aktifkan Kembali Ruang Isolasi Desa
Oknum Anggota DPRD Bojonegoro Dilaporkan Istri Terkait Dugaan KDRT
Gara - Gara Jalan Rusak, Truk Terguling di Jalan Kepatihan
4600 Ton Beras Disalurkan Untuk Bantuan Sosial Selama 3 Bulan
Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Bangun Sinergitas, TNI Polri Latihan Menembak Bersama
Agar Mudah Diterima, Edukasi Masker Pakai Tokoh Kartun Batman
Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
KPU Sidoarjo Seleksi 127 Calon Relawan Demokrasi
Musim Panen Harga Bawang Merah Anjlok Drastis, Terdampak Merebaknya Covid-19
Pemkab Akan Undang Investor Dirkan Pabrik Rokok di Ngawi
Pemaparan Sosialisasi Perbawaslu Dimusim Pandemi Dihadapan Seluruh Petugas PPK
Sehari 9 Sembuh, Tapi Ada Tambahan 12 Positif Covid-19
Diperpanjang Hingga 2021, Sebanyak 1.085.000 Pekerja Sudah Terima BSU
   

Penyelundupan Baby Lobster Di Bandara, Tiga Petugas Angkasa Pura I Diadili
Peristiwa  Senin, 23-09-2019 | 19:03 wib
Reporter : Mujianto Primadi
Sidoarjo pojokpitu.com, Tiga terdakwa pegawai Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, diadili di Pengadilan Negeri Sidoarjo. Jaksa penuntut umum telah menghadirkan empat saksi ahli dari petugas bandara, Kepala Bea Cukai Juanda Surabaya dan saksi ahli bidang hukum pidana.

Sidang pidana eksport baby lobster yang berjumlah 113.300 ekor baby lobster senilai Rp 17,3 milyar, kembali disidangkan di Pengadilan Negeri Sidoarjo dalam tahap keterangan saksi ahli. Tiga terdakwa dari petugas Angkasa Pura I Juanda Surabaya, di antaranya Agus Tri Harjono, Rifki Ijazul Haq dan Vicky Nurdana dihadirkan di meja persidangan.
 
Ketua Majelis Hakim, Minanoer Rachman mempersilahkan JPU Rochida untuk menghadirkan empat saksi ahli di antaranya Budi Harjanto, Kepala Kantor Bea Cukai Juanda, Ahmad Chotim Petugas Bandara, Rudi Wiyanto petugas bandara, Yovita Ari, ahli hukum pidana. Keempat saksi ahli telah menerangkan tugas pokok, larangan ekspor dan sanksi jika melanggar kode etik pengawasan pengamanan bandara.
 
Dari keterangan keempat saksi ahli, telah menguatkan jaksa penuntut umum untuk memberikan tuntutan kepada ketiga terdakwa dalam sidang berikutnya.
 
Budi Harjanto, Kepala Kantor Bea Cukai Juanda Surabaya, seusai memberikan keterangan saksi di hadapan ketua majelis hakim mengatakan, ketiga terdakwa ditangkap adanya kecurigaan terhadap barang yang berupa koper lewat jalur VIP. Padahal jalur tersebut khusus penumpang.
 
Setelah dilakukan pengecekan di dalam bagasi pesawat Garuda, ternyata benar bahwa ada 113.300 ekor baby lobster senilai Rp 17,3 milyar.
 
Sementara itu, dari ketiga terdakwa, salah satu mendapatkan tawaran dari eksportir baby lobster. Setiap orang akan mendapatkan honor Rp 10 juta. Ketiganya bekerja sesuai rencana, koper berisi baby lobster masuk ke dalam begasi pesawat dengan tujuan Singapura.(end)
 




Berita Terkait

Penyelundupan Baby Lobster Di Bandara, Tiga Petugas Angkasa Pura I Diadili
Berita Terpopuler
Kasek dan Guru SMAN 2 Ngawi Terpapar Covid-19
Covid-19  12 jam

Krisis Air Bersih,Warga Berebut Air Bantuan Pemkab
Peristiwa  14 jam

Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
Metropolis  5 jam

Bupati Novi Kembali Digugat 15 Miliar Atas Dugaan Penyerobotan Tanah Warga
Hukum  13 jam



Cuplikan Berita
Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Jatim Awan

Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber