Berita Terbaru :
Dinas PUPR Dapat Suntikan DID Lagi Rp 9,2 Miliar
KPU Jatim Hanya Tetapkan 40 Pasangan Calon
Kasus Covid Bertambah, Pemkab Aktifkan Kembali Ruang Isolasi Desa
Oknum Anggota DPRD Bojonegoro Dilaporkan Istri Terkait Dugaan KDRT
Gara - Gara Jalan Rusak, Truk Terguling di Jalan Kepatihan
4600 Ton Beras Disalurkan Untuk Bantuan Sosial Selama 3 Bulan
Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Bangun Sinergitas, TNI Polri Latihan Menembak Bersama
Agar Mudah Diterima, Edukasi Masker Pakai Tokoh Kartun Batman
Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
KPU Sidoarjo Seleksi 127 Calon Relawan Demokrasi
Musim Panen Harga Bawang Merah Anjlok Drastis, Terdampak Merebaknya Covid-19
Pemkab Akan Undang Investor Dirkan Pabrik Rokok di Ngawi
Pemaparan Sosialisasi Perbawaslu Dimusim Pandemi Dihadapan Seluruh Petugas PPK
   

Kreatif, Penyandang Disabilitas Buat Batik Gebyok Ciprat
Rehat  Senin, 23-09-2019 | 23:24 wib
Reporter : M.Ramzi
Puluhan orang penyandang disabilitas khususnya tuna grahita, mampu menghasilkan karya batik ciprat di Magetan. Foto M.Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Stigma negatif terhadap penyandang disabilitas, sepertinya tak laku di Desa Gebyok Kecamatan Karangrejo Kabupaten Magetan. Karena puluhan penyandang disabilitas, khusunya disabilitas mental ternyata mampu membuat karya batik.

Setiap sore hari, mereka membuat batik ciprat, yang diberi nama, batik gebyok ciprat. Dengan bimbingan para pendamping yang tergabung dalam shelter workshop peduli baskara, dalam sehari bisa menghasilkan 5 karya batik.

Koordinator Shelter Workshop Peduli Baskara, Ari Dwi Pramiantoro mengatakan, ide memberi pelatihan agar warga disabilitas tidak dipandang sebelah mata. Serta memiliki pekerjaan yang bisa membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

"Sejak berdiri pada Mei 2019 lalu, sudah ada 20 penyandang disabilitas yang membuat batik ciprat. Mereka tidak hanya dari Desa Gebyok saja, akan tetapi juga dari luar desa," kata Ari.

Hasil karyanya yang dijual melalui online atau bazar seharga Rp 140 ribu perpotong.  Tidak hanya diminati dari Magetan, juga dari luar daerah seperti Madura, Probolinggo hingga Jambi.

Butuh apresiasi dan dukungan dari semua pihak agar batik karya kaum disabilitas ini bisa berkembang dengan baik. (pul)

Berita Terkait

Uniknya Motif Batik Corona Karya Penyandang Disabilitas

Masker Batik Merah Putih Kemerdekaan Banyak Diburu Warga

Isi Libur Sekolah, Puluhan Siswa Belajar Membatik

Perajin Kota Batu Buat Masker Batik Tulis
Berita Terpopuler
Kasek dan Guru SMAN 2 Ngawi Terpapar Covid-19
Covid-19  12 jam

Krisis Air Bersih,Warga Berebut Air Bantuan Pemkab
Peristiwa  14 jam

Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
Metropolis  6 jam

Bupati Novi Kembali Digugat 15 Miliar Atas Dugaan Penyerobotan Tanah Warga
Hukum  13 jam



Cuplikan Berita
Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Jatim Awan

Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber