Berita Terbaru :
Enam Warga Korban Prona Lapor Polisi Nganjuk
Jumlah Pasien Covid 19 Yang Sembuh di Jawa Timur Makin Banyak
Tiga Karyawan PDAM Diduga Terpapar Covid 19
Warga Lumajang Masih Antri Pancarian Bantuan
Pengunjung Dibuat Tidak Saling Berpapasan di Dalam Mall
Jawa Timur Terjunkan Tim Covid 19 Hunter ke Sejumlah Daerah
Begini kata Kejaksaan Ponorogo Terkait Dugaan Korupsi PDAM
Lahir di Masa Pandemi Kelahiran Bayi Singa Putih Membawa Warna Tersendiri
Pandemi Covid-19, Penghobi Aquascape Bojonegoro Meningkat
6 Ribu Lebih Alat Rapid Test Sudah Digunakan Tracing
Mulai Minggu Depan Pelayanan Uji Kir Kembali Dibuka
Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
   

Jalan Made Rusak Berat Akibat Ratusan Truk Besar
Sorot  Kamis, 26-09-2019 | 19:02 wib
Reporter : Nanda Andrianta
Aksi warga bukannya tanpa alasan. Sebab, setiap harinya ada ratusan truk-truk besar yang lewat, membuat jalanan di kawasan made menjadi berlubang dan bergelombang. Selain itu, faktor keselamatan dan kebisingan juga meresahkan warga. Foto: Nanda Andrianta
Surabaya pojokpitu.com, Warga Kampung Made, Kecamatan Sambikerep Surabaya Kamis siang (26/9) meluapkan kemarahannya dengan cara memortal separuh jalan di sepanjang Jalan Made Dan Jalan Made Utara. Hal ini dilakukan warga sebagai bentuk protes, lantaran jalanan tersebut menjadi rusak akibat sering dilewati truk besar bertonase lebih dari 10 ton.

Karnoto, salah seorang warga RW 03, Kelurahan Made mengatakan, dirinya dan belasan warga lainnya merasa tergerak untuk ikut aksi tersebut. Sebab, kedatangan truk-truk yang lewat itu cukup meresahkan. "Padahal, truk-truk besar tersebut bisa lewat akses jalan menuju kawasan Citraland, yang disebut lebih luas dan sepi," tutur Karnoto.

Karnoto dan warga lainnya juga menuntut Pemkot, agar segera memperbaiki Jalan Raya Made yang sudah rusak. Mereka mengancam portal buatan dari ban dan pohon pisang itu akan terus ditanam, hingga ada kejelasan dan kepastian dari Pemkot Surabaya.

Warga juga menjamin kendaraan-kendaraan lain, dibawah tonase 10 ton tetap boleh melewati jalan tersebut. Selain itu, dari data yang didapat, truk-truk besar bermuatan sirtu hingga semen itu adalah kendaraan proyek indutri semen curah, yang menyewa lahan tanah milik salah satu pengembang besar di Surabaya.

Berita Terkait

Pengalihan Arus Lalin Pengaruhi Konstruksi Jalan dan Jembatan

Pelengsangan Jalan Raya Poros Desa Ranuyoso Ambrol

Warga Sukarela Tambal Jalan Pantura Berlubang

Jalan Penghubung Antar Kecamatan Rusak Parah, Hambat Aktifitas Warga
Berita Terpopuler
Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  11 jam

Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Peristiwa  10 jam

Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Peristiwa  9 jam

Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber