Berita Terbaru :
3 Bus Pekerja Pabrik Salem Situbondo Terjaring Operasi Patuh
Dikbud Larang Guru-Guru Bepergian Ke Luar Kota
Pasien Covid-19 Klaster Pabrik Salem Meningkat, Gugus Tugas Persiapkan Ruang Isolasi Tambahan
Bayar Palawija Ratusan Juta Dengan Cek Kosong, Pasutri Siri Ini Mendekam di Sel Tahanan
Susah Jaringan Internet, Polsek Galis Fasilitasi Siswa Belajar Daring
Residivis Narkoba Ditangkap di Tengah Sawah
Gelar Pelatihan TOT, Pos Gabungan Siapkan Relawan Pencegahan Covid-19
Penghuni Sel Polres Lamongan Lakukan Rapid Tes
Perempuan Pegawai Bank Terkonfirmasi Positif Covid-19
39.182 Pengangguran Baru di Bojonegoro Selama Pandemi Covid-19
Diduga Terinveksi Covid-19, Pria Paruh Baya Mati Mendadak Didalam Angkot
Ketua DPRD Ngawi Minta KPU-Bawaslu Fokus Peningkatan Partisipasi Pemilih
Pelaku Curanmor 14 TKP Ditangkap Polisi, Motor Curian Dijual ke Penadah di Madura
Bupati Lantik 37 Pejabat Jelang Pilkada
Dua Danau di Lumajang Menyusut
   

15 Siswa SD Keracunan Massal, Diduga Akibat Permen
Metropolis  Sabtu, 28-09-2019 | 17:12 wib
Reporter : Nanda Andrianta
Surabaya pojokpitu.com, Sekitar 15 siswa SD Al Manar, Jalan Pakal Amd, Kecamatan Pakal Surabaya dikabarkan mengalami keracunan massal. Diduga, disebabkan karena mengkonsumsi produk permen yang dijual di kantin sekolah. Pihak sekolah pun membenarkan adanya kejadian keracunan massal.

15 siswa SD Al Manar, Jalan Pakal Amd,Kecamatan Pakal Surabaya, mengalami keracunan massal. Permen yang dikemas wadah mainan berbentuk kipas angin mini itu dijual bebas di kantin sekolah. Bentuknya yang unik ini, menarik minat para siswa untuk membelinya.

Kepala Sekolah SD Al Manar, Barizi angkat bicara mengenai kejadian tersebut. Ia tak membantah kabar tersebut. Namun ia tak berani membenarkan, bahwa para siswanya keracunan akibat mengkonsumsi permen yang diduga beracun tersebut.

Barizi juga menceritakan kronologi kejadian tersebut. Menurutnya, peristiwa keracunan massal itu terjadi hari Senin (23,9), sekitar pukul 11.40 Wib. Saat itu, 15 siswa yang masih duduk di bangku kelas 2 SD itu hampir bersamaan mengalami mual dan pusing. Sehingga, pihaknya membawa para korban ke Puskesmas Benowo untuk pertolongan pertama.

Beruntung, kejadian itu tak membuat kondisi siswa makin parah. Sebab, tak ada yang sampai dirawat inap. "Saya kaget lantaran peristiwa itu cepat viral, dengan pesan berantai berisi himbauan agar tak memakan permen tersebut," kata Barizi, Kepala Sekolah SD Al Manar.

Barizi juga mengatakan, bahwa Petugas Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dan Balai Pengawas Obat dan Makanan sudah meninjau ke lokasi kejadian. Sampel permen yang diduga berbahaya itu juga sudah dibawa ke laboratorium. Hingga kini, belum diketahui hasil laboratorium permen tersebut.(end)




Berita Terkait

Seluruh Korban Keracuan Makanan Hajatan Dipulangkan

15 Siswa SD Keracunan Massal, Diduga Akibat Permen

94 Santri Ponpes Al-Mawaddah Nglegok Blitar Keracunan Bakso

Keracunan Nasi Rawon, Lima Orang Terpaksa Dilarikan ke Rumah Sakit, Satu Orang Meninggal Dunia
Berita Terpopuler
Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Tebu
Peristiwa  5 jam

Musda,Toufik Kembali Nahkodai Golkar Ponorogo
Pilkada  15 jam

Perusahaan Properti di Indonesia yang Mengutamakan Kepuasan Konsumen
Peristiwa  18 jam

Warga Ngawi Temukan Mortir Aktif di Aliran Sungai Bengawan
Peristiwa  9 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber