Berita Terbaru :
Gara - Gara Jalan Rusak, Truk Terguling di Jalan Kepatihan
4600 Ton Beras Disalurkan Untuk Bantuan Sosial Selama 3 Bulan
Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Bangun Sinergitas, TNI Polri Latihan Menembak Bersama
Agar Mudah Diterima, Edukasi Masker Pakai Tokoh Kartun Batman
Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
KPU Sidoarjo Seleksi 127 Calon Relawan Demokrasi
Musim Panen Harga Bawang Merah Anjlok Drastis, Terdampak Merebaknya Covid-19
Pemkab Akan Undang Investor Dirkan Pabrik Rokok di Ngawi
Pemaparan Sosialisasi Perbawaslu Dimusim Pandemi Dihadapan Seluruh Petugas PPK
Sehari 9 Sembuh, Tapi Ada Tambahan 12 Positif Covid-19
Diperpanjang Hingga 2021, Sebanyak 1.085.000 Pekerja Sudah Terima BSU
Kasek dan Guru SMAN 2 Ngawi Terpapar Covid-19
Bupati Novi Kembali Digugat 15 Miliar Atas Dugaan Penyerobotan Tanah Warga
   

Sidang Penyelundupan Baby Lobster Melibatkan Oknum Angkasa Pura 1
Hukum  Senin, 30-09-2019 | 16:32 wib
Reporter : Mujianto Primadi
Sidang perkara ekspor baby lobster yang menyeret 3 pegawai Angkasa Pura I Juanda Surabaya Senin (30/9) kembali digelar di Pengadilan Negeri Sidoarjo. Foto Mujianto Primadi
Sidoarjo pojokpitu.com, Gaji dan bonus sudah berlebih, namun 3 oknum pegawai Angkasa Pura 1 Juanda masih terseret ke meja persidangan. Ketiganya didakwa atas kasus meloloskan ekspor baby lobster ke Singapura, dengan ongkos bervariatif.

Terdakwa ditangkap oleh petugas gabungan Bea Cukai Juanda, setelah menemukan koper berisi 113.300. Baby lobster berada di dalam Pesawat Garuda bernilai Rp 17,3 milyar.

Tiga terdakwa Agus Tri Raharjo petugas bandara yang bertanggung jawab pada bagian apron pesawat. Rifqi Ijazul Haq, petugas yang bekerja untuk memindahkan koper dari bagasi ke angkutan barang, dan Vicky Nurdana, Team Leader Avsec.

Ketua Majelis Hakim Minanoer Rachman SH, mencecar pertanyaan persoalan tugas 3 terdakwa dalam kasus tersebut. Terungkap jika terdakwa Agus Tri Raharjo yang menerima order meloloskan tas koper berisi 113.300 baby lobster, yang dikemas dalam koper milik Anton yang kini buron.

Agus bekerja sama dengan 2 temanya. Di antaranya Rifqi Ijazul Haq mendapatkan fee Rp 10 juta dan Vicky Nurdana hanya Rp 2 juta. Kegiatan tersebut dilakukan selama 7 kali.

Selain itu, Agus juga memiliki kebiasaan rutin menguras sisa aftur yang ada di dalam tangki Pertamina di Bandara Juanda. Vicky menerima fee Rp 2 juta dari Agus setiap pengiriman 15 kali.

Dari keterangan ketiga terdakwa dianggap bohong belaka. Sebab, Agus tidak pernah meminta ijin untuk ekspor bibit lobster dan dirasa tidak mungkin memberikan ijin. (pul)

Berita Terkait

Sidang Penyelundupan Baby Lobster Melibatkan Oknum Angkasa Pura 1

Polres Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan Lobster Asal Lombok

Polda Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp. 10 M
Berita Terpopuler
Kasek dan Guru SMAN 2 Ngawi Terpapar Covid-19
Covid-19  11 jam

Krisis Air Bersih,Warga Berebut Air Bantuan Pemkab
Peristiwa  13 jam

Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
Metropolis  4 jam

Bupati Novi Kembali Digugat 15 Miliar Atas Dugaan Penyerobotan Tanah Warga
Hukum  12 jam



Cuplikan Berita
Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Jatim Awan

Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber