Berita Terbaru :
Pemkab Ponorogo Siapkan Tempat Isolasi Untuk Pemudik
Siswa SMK di Blitar Produksi 2000 APD Gratis Untuk Tim Medis
Pemanfaatan Gas Metan Hasil Pengolahan Sampah TPA Selopuro
Dua Minggu Tutup Pedagang Konveksi PBM Kembali Buka
Tempat Duduk Bus Harus Diberi Pembatas
DPUTR: Semua Ada di LPSE, Jangan Asal Nuding
Stabilkan Ekonomi Terdampak Covid 19, Pemda Berikan Beras Ke Warga
Sering Dijadikan Tempat Berkumpul, Taman Tajamara Disemprot Disinfectan
Rusunawa Pesantren Jombang Siap Tampung 80 Pemudik
Jelang Ramadhan, Harga Kebutuhan Dapur Naik
   

Kasus Pencabulan Dengan Tersangka Teman Dekat Masih Menjadi yang Tertinggi
Metropolis  Senin, 30-09-2019 | 18:45 wib
Reporter : Bagus Setiawan
Surabaya pojokpitu.com, Kasus persetubuhan dan pencabulan pada beberapa waktu belakangan, menjadi fenomena di Kota Surabaya. Mengingat Surabaya yang dikenal sebagai kota ramah anak, justru perkara ini malah tumbuh subur.

Beberapa kasus pencabulan, seperti yang dilakukan bapak kandung atau bapak tiri yang tega setubuhi anaknya, begitu juga pelakunya oknum guru hingga tetangganya sendiri, berhasil diungkap Unit Pelayanan Perempuan dan Anak PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Unit Pelayanan Pelayanan Perempuan Dan Anak, mencatat, untuk setiap harinya menerima laporan sebanyak 4 sampai 5 LP. Rata-rata kasus tersebut dilaporkan oleh orang tua si korban, ketika anak-anak mereka telah menjadi korban cabul yang dialami sudah berulang kali.

AKP Ruth Yeni, Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, mengatakan, pemicu ataupun latar belakang perbuatan cabul ini begitu komplek.

"Salah satunya yaitu kurangnya edukasi dan kurang perhatian dari orang tua. Dari data unit PPA, pelakunya banyak dilakukan oleh teman dekat atau pacar, kedua oleh tetangga dilingkungan korban dan terakhir orang tua kandung atau bapak tiri," ujar AKP Ruth Yeni.

Adapun data 3 tahun terakhir, sejak tahun 2017 hingga 2019, kasus pencabulan dengan korban anak-anak, ditahun 2017 sebanyak 50 anak, tahun 2018 sebanyak 32 korban dan tahun 2019 hingga bulan agustus sudah ada 24 korban.

Sedangkan untuk tersangka anak-anak dari tahun 2017 sebanyak 20 pelaku, tahun 2018 ada 10 pelaku dan ditahun 2019 sampai bulan agustus sebanyak 6 pelaku.

Untuk itu, guna mencegah semakin bertambahnya perkara ini, Unit PPA telah melakukan upaya, seperti penyuluhan dibeberapa lingkup, mulai dilingkungan masyarakat, sekolah, dan instansi.

"kita berharap peran orang tua dikeluarga, guru di sekolah maupun masyarakat dilingkungannya bisa menjadi orang tua bagi anak-anak mereka, agar pencegahan kasus asusila bisa teratasi dengan baik," imuhnya. (yos)




Berita Terkait

Kasus Pencabulan Dengan Tersangka Teman Dekat Masih Menjadi yang Tertinggi

Guru SD Negeri Aniaya Dua Anak Polisi, Siswa Trauma Tak Mau Masuk Sekolah

Kekerasan Anak dan KDRT Meningkat di Kabupaten Blitar

Tekan Angka Kekerasan Anak, Pemkot Kediri Maksimalkan PPA
Berita Terpopuler
Jelang Ramadhan, Harga Kebutuhan Dapur Naik
Ekonomi Dan Bisnis  9 jam

Stabilkan Ekonomi Terdampak Covid 19, Pemda Berikan Beras Ke Warga
Ekonomi Dan Bisnis  6 jam

Sering Dijadikan Tempat Berkumpul, Taman Tajamara Disemprot Disinfectan
Peristiwa  7 jam

Tempat Duduk Bus Harus Diberi Pembatas
Peristiwa  4 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber