Berita Terbaru :
Pengunjung Dibuat Tidak Saling Berpapasan di Dalam Mall
Jawa Timur Terjunkan Tim Covid 19 Hunter ke Sejumlah Daerah
Begini kata Kejaksaan Ponorogo Terkait Dugaan Korupsi PDAM
Lahir di Masa Pandemi Kelahiran Bayi Singa Putih Membawa Warna Tersendiri
Pandemi Covid-19, Penghobi Aquascape Bojonegoro Meningkat
6 Ribu Lebih Alat Rapid Test Sudah Digunakan Tracing
Mulai Minggu Depan Pelayanan Uji Kir Kembali Dibuka
Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
   

Kejuaraan Internasional Downhill 2019 Seri Dua Digelar di Perbukitan Gunung Bromo
Olah Raga  Selasa, 01-10-2019 | 00:10 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com, Kejuaraan Inernasional Indonesian Donwhill 2019 seri kedua, digelar di bukit Seruni Point Gunung Bromo Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, selama 3 hari berturut-turut.

Ratusan rider beradu cepat menaklukan lintasan ekstrem medan pegunungan. Minimnya oksigen di lintasan diatas 2000 meter diatas permukaan laut membuat peserta harus baik-baik mengatur nafas.

Pasca menggelar seri pertama di Wonogiri, Jawa Tengah, bulan lalu. Kejuaraan Interternasional Indonesian Downhill seri kedua, digelar di bukit Seruni Point Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, selama 3 hari berturut-turut.

188 rider dari berbagai penjuru nusantara hingga luar negeri, adu lihai menaklukan sirkuit seruni point, yang memiliki panjang 1.500 meter dan diatas ketinggian 2.200 meter diatas permukaan laut.

Garis start yang berada tepat di puncak seruni point, membuat tingkat kecuraman sangat tajam, yakni 220 meter. Tak heran jika banyak rider yang terjungkal selepas start.

Setiap spesial stage, para rider tidak hanya harus cepat. Namun juga harus mahir menaklukan tikungan curam nan berdebu, serta sirkuit setapak yang melewati area ladang warga suku tengger.

Diakui para rider, sirkuit seruni point amat menantang dibandingkan sirkuit seri sebelumnya, bahkan bisa jadi menjadi sirkuit yang paling ekstrem. Selain sepeda, rider harus dibekali staminan prima.

Imam Wijaya, salah satu peserta sekaligus pemenang kelas master A, kondisi lintasan berdebu sangat menyulitkan menaklukkan lintasan. "Selain itu, oksigen di ketinggian 2000 MDPL sangat tipis sehingga harus pintar-pintar mengatur nafas," ucap Imam Wijaya.

Seruni point pertama kali menjadi tuan rumah Indonesian Downhill. Selain menyajikan sirkuit menantang, keunggulan seruni point karena lokasinya diatas awan dengan latar wisata alam taman nasional bromo tengger semeru.

Menurut Satrio Tirtatama, Media Manajer Indonesia Downhill, total ada 13 kelas yang dipertandingkan, mulai kelas master B, master A, men elite, junior dan women elite.

"Nantinya para peserta mendapatkan poin uci yang bisa digunakan untuk ikut event internasional," jelas Satrio Tirtama.

Selanjutnya, Indonesian Donwhill seri ketiga akan digelar bulan depan, tepatnya 12 hingga 13 Oktober 2019 di Kudus Jawa Tengah.

Diharapkan hasil dari kejuaraan ini bisa muncul bibit-bibit baru, seperti Tiara Andini Prastika dan Khoful Mukhib, keduanya peraih medali emas asian games putra-putri. (yos)

Berita Terkait

Kejuaraan Internasional Downhill 2019 Seri Dua Digelar di Perbukitan Gunung Bromo
Berita Terpopuler
Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  10 jam

Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Peristiwa  9 jam

Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Peristiwa  8 jam

Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  8 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber