Berita Terbaru :
Tiga Karyawan PDAM Diduga Terpapar Covid 19
Warga Lumajang Masih Antri Pancarian Bantuan
Pengunjung Dibuat Tidak Saling Berpapasan di Dalam Mall
Jawa Timur Terjunkan Tim Covid 19 Hunter ke Sejumlah Daerah
Begini kata Kejaksaan Ponorogo Terkait Dugaan Korupsi PDAM
Lahir di Masa Pandemi Kelahiran Bayi Singa Putih Membawa Warna Tersendiri
Pandemi Covid-19, Penghobi Aquascape Bojonegoro Meningkat
6 Ribu Lebih Alat Rapid Test Sudah Digunakan Tracing
Mulai Minggu Depan Pelayanan Uji Kir Kembali Dibuka
Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
   

Berharap Datangnya Hujan, Warga Gelar Karapan Sapi Sawah
Rehat  Rabu, 02-10-2019 | 08:14 wib
Reporter : Rizqi Setiawan
Beragam cara warga untuk mendatangkan hujan di tengah kemarau panjang. Di Kabupaten Bondowoso, sebuah desa menggelar budaya karapan sapi sawah yang diikuti puluhan peserta. Foto Rizqi Setiawan
Bondowoso pojokpitu.com, Warga Dusun Baru Putih Desa Gubrih Kecamatan Wringin Kabupaten Bondowoso, memohon datangnya hujan dengan menggelar budaya karapan sapi sawah. Gelaran warisan nenek moyang tersebut dilaksanakan di lahan milik warga.

Beragam cara warga untuk mendatangkan hujan di tengah kemarau panjang. Di Kabupaten Bondowoso, sebuah desa menggelar budaya karapan sapi sawah yang diikuti puluhan peserta. Berharap Datangnya Hujan, Warga Gelar Karapan Sapi Sawah

Prosesi awal dari karapan sapi dengan mengarak pasangan sapi mengelilingi arena pacuan dengan diiringi gamelan. Pada karapan sapi ini terdapat seorang joki dan 2 ekor sapi yang dibuat berlari sekencang mungkin mencapai garis finish.

Joki tersebut berdiri menarik semacam kereta kayu dan mengendalikan gerak lari sapi. Panjang lintasan pacu kurang lebih 100 meter dan berlangsung dalam kurun waktu 10 detik sampai 15 detik. Selain di lombakan, karapan sapi sawah juga ajang pesta rakyat dan tradisi yang bisa mengangkat status sosial seseorang.

Menurut Abdul Asis Panitia Karapan Sapi Sawah, bagi yang ingin mengikuti karapan sapi harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Mulai untuk melatih dan merawat sapi-sapi yang akan bertanding sebelumnya. Sapi karapan diberikan aneka jamu dan puluhan telur ayam per hari, khususnya menjelang diadu di arena karapan.

"Kegiatan ini rutin digelar setiap tahunnya oleh masyarakat Desa Gubrih. Pemenang lomba karapan sapi mendapatkan hadiah uang tunai untuk perawatan sapi," kata Abdul Asis. (pul)

Berita Terkait

Diguyur Hujan Deras, Puluhan Rumah di Jiwan Terendam Banjir

Hujan Deras Angin Kencang Robohkan Kandang Pakan Ternak

Komunitas Hujan Buku Hasilkan 450 Judul, Dibagikan Gratis

Waspada Hujan Lebat Hingga 7 Maret Nanti
Berita Terpopuler
Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  11 jam

Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Peristiwa  10 jam

Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Peristiwa  8 jam

Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  9 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber