Berita Terbaru :
Sambut New Normal, Pemprov Minta Ponpes Perketat Protokol Kesehatan
Kapolda Jatim Pastikan Bantuan Covid-19 Tersampaikan
Polisi Grebeg Pengedar Pil Setan Saat Edarkan Kepada Pemuda Desa
Menkes RI Memuji Perjuangan Surabaya Melawan Covid-19
Istri Jadi TKW, Pria Bejat Ini Setubuhi Anak Gadis Tetangga
Risma : Tercatat, 127 Anak - Anak Rentan Terpapar Covid-19
Ponpes Siapkan Protokol Kesehatan Sambut Santri Masuk Pondok
50 Ribu Rapid Tes Gratis Tersedia di ASDP Ketapang
Bakal Digelar 9 Desember 2020, Pilkada di Sidoarjo Terapkan Protokol Kesehatan
New Normal Diharapkan Mampu Kembalikan Omzet PKL
Rapid Test Massal, 68 Warga Reaktif Covid 19
Persiapan New Normal, Masyarakat Dilatih Mandiri dan Tidak Bergantung Pada Pemerintah
Rapid Test Massal Tidak Terapkan Phsycal Distancing
Kegiatan Belajar Mengajar Ponpes Annur Terhenti Sejak Pandemi Covid 19
Dindik Tunggu Restu Tim Gugus Tugas Untuk Memulai KBM
   

Berharap Datangnya Hujan, Warga Gelar Karapan Sapi Sawah
Rehat  Rabu, 02-10-2019 | 08:14 wib
Reporter : Rizqi Setiawan
Beragam cara warga untuk mendatangkan hujan di tengah kemarau panjang. Di Kabupaten Bondowoso, sebuah desa menggelar budaya karapan sapi sawah yang diikuti puluhan peserta. Foto Rizqi Setiawan
Bondowoso pojokpitu.com, Warga Dusun Baru Putih Desa Gubrih Kecamatan Wringin Kabupaten Bondowoso, memohon datangnya hujan dengan menggelar budaya karapan sapi sawah. Gelaran warisan nenek moyang tersebut dilaksanakan di lahan milik warga.

Beragam cara warga untuk mendatangkan hujan di tengah kemarau panjang. Di Kabupaten Bondowoso, sebuah desa menggelar budaya karapan sapi sawah yang diikuti puluhan peserta. Berharap Datangnya Hujan, Warga Gelar Karapan Sapi Sawah

Prosesi awal dari karapan sapi dengan mengarak pasangan sapi mengelilingi arena pacuan dengan diiringi gamelan. Pada karapan sapi ini terdapat seorang joki dan 2 ekor sapi yang dibuat berlari sekencang mungkin mencapai garis finish.

Joki tersebut berdiri menarik semacam kereta kayu dan mengendalikan gerak lari sapi. Panjang lintasan pacu kurang lebih 100 meter dan berlangsung dalam kurun waktu 10 detik sampai 15 detik. Selain di lombakan, karapan sapi sawah juga ajang pesta rakyat dan tradisi yang bisa mengangkat status sosial seseorang.

Menurut Abdul Asis Panitia Karapan Sapi Sawah, bagi yang ingin mengikuti karapan sapi harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Mulai untuk melatih dan merawat sapi-sapi yang akan bertanding sebelumnya. Sapi karapan diberikan aneka jamu dan puluhan telur ayam per hari, khususnya menjelang diadu di arena karapan.

"Kegiatan ini rutin digelar setiap tahunnya oleh masyarakat Desa Gubrih. Pemenang lomba karapan sapi mendapatkan hadiah uang tunai untuk perawatan sapi," kata Abdul Asis. (pul)

Berita Terkait

Diguyur Hujan Deras, Puluhan Rumah di Jiwan Terendam Banjir

Hujan Deras Angin Kencang Robohkan Kandang Pakan Ternak

Komunitas Hujan Buku Hasilkan 450 Judul, Dibagikan Gratis

Waspada Hujan Lebat Hingga 7 Maret Nanti
Berita Terpopuler
Membusuk Bunuh Diri, Diduga Akibat Depresi Gejala Covid-19
Peristiwa  12 jam

Pengusaha Kulit Ditemukan Tewas Membusuk di Lingkungan Industri Kecil
Peristiwa  8 jam

Kasus Positif Covid Tembus 62, 4 Sembuh
Covid-19  9 jam

1.931 Jamaah Haji Bojonegoro Gagal Berangkat ke Tanah Suci
Info Haji  7 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber