Berita Terbaru :
Jelang Hari Jadi dan Suro, Pengrajin Seni Sterofoam dan Gabus Sepi Order
Perayaan Hari Jadi Kota Reog ke-524 Dikemas Sederhana
Empat Pegawai Positif Korona, Puskesmas Wringinanom Ponorogo Ditutup
Gaji 13 ASN Segera Cair
Pemkab Ngawi Bakal Tertibkan Bangunan yang Melebihi Batas
Daftar Sebagai Pemilih Tetap di Kediri, Mas Dhito Berharap Penyelenggara Optimal dan Adil
Begini Pembelajaran Tatap Muka SMA di Era Pandemi
Berduaan di Dalam Kamar Kos, Satu Pasangan Bukan Suami Isteri Terjaring Satpol PP
Diduga Dukun Sihir, Warga Kepulauan Kangayan Dibunuh Diatas Kapal Motor
Satu Nakes Puskesmas Maospati Positif Covid-19
Tim Identifikasi Polres, Kumpulkan Beberapa Barang Bukti
Kota Malang Kembali Catat Rekor Penambahan Pasien Positif Covid-19
Diserang Perguruan Pencak Silat, Warga Memilih Bersembuyi
Viral, Warga Rebut Jenazah Covid
Ratusan Orang Dari Perguruan Pencak Silat, Kembali Serang Warga
   

Djoko Slameto, Satu Satunya Pembatik Pria di Kota Madiun
Sosok  Kamis, 03-10-2019 | 03:22 wib
Reporter : Ega Patria
Madiun pojokpitu.com, Mencanting atau membatik biasanya dilakukan oleh perempuan. Akan tetapi Djoko Slameto warga Kelurahan Winongo Kota Madiun, seorang laki laki yang berprofesi sebagai pembatik.

Djoko Slameto warga jalan Sabdopalon 19 Kelurahan Winongo Kota Madiun ini telah mencintai dunia membatik sejak 29 tahun silam, tapatnya tahun 1990. Dirinya merupakan satu-satunya pelopor pembatik laki-laki di kota Madiun.

Uniknya, jika biasanya membatik membutuhkan pola lain halnya dengan Djoko. Sebuah ide langsung dituangkan ke dalam lembaran kain putih yang dibentangkan. Tentunya hal itu tidak mudah, karena apa yang akan dibuat harus terkonsep terlebih dahulu dalam pikiran. "Awal membatik dimulai dari keluarga besar di Bali dan Solo yang mencintai seni lukis," kata Djoko.

Bermula dari itulah, pria berambut gondrong itu mulai menekuni dan mengembangkan usaha batik di Kota Madiun. Namun karena keterbatasan pemasaran,  Djoko hanya melayani masyarakat sekitar, instansi swasta maupun sejumlah dinas di Lingkup Pemkot Madiun.

Di hari batik nasional yang jatuh setiap 2 Oktober, Djoko berharap pemerintah bisa memfasilitasi kreatifitas para pembatik agar tetap eksis sebagai warisan budaya. Kepada generasi muda,  Djoko juga mengingatkan agar selalu mencintai batik karena merupakan produk dalam negeri. (pul)

Berita Terkait

Isi Libur Sekolah, Puluhan Siswa Belajar Membatik

Imbas Corona, Produksi Batik di Pamekasan Turun Drastis

Di Tengah Pandemi Covid-19, Perajin Batik Masih Buka Pemesanan Secara Online

Batik Ciprat Karya Kaum Disabilitas
Berita Terpopuler
Ratusan Orang Dari Perguruan Pencak Silat, Kembali Serang Warga
Peristiwa  6 jam

Jokowi Teken PP, Pegawai KPK Resmi Jadi ASN
Politik  13 jam

Pemkab Sidoarjo Bagi 15 Ribu Masker Gratis Untuk Penanganan Covid 19
Metropolis  15 jam

Dipicu Bendera, Warga dan Pesilat Terlibat Bentrok
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber