Berita Terbaru :
Pengunjung dan Pengelolan THM Jalani Rapid Test
Masalah Ekonomi Menjadi Pemicu Perceraian di Tengah Pandemi
Komunitas Pecinta Kopi Bagikan 1000 Gelas Kopi Gratis
   

Segarnya Berbuka Dengan Legen Khas Tuban
Pantura  Senin, 22-06-2015 | 17:20 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Penjual legen langsung berjualan setelah mengambil legen dari pohonnya. foto: barok
Tuban pojokpitu.com, Hampir setiap daerah di tanah air memiliki ciri khas makanan maupun minuman. jika Betawi punya minuman khas Bir Pletok, Jepara punya minuman khas Dawet, maka kabupaten Tuban juga punya minuman khas, yaitu Legen.

Legen merupakan minuman tradisional yang terbuatan dari sadapan getah pohon siwalan yang banyak tumbuh di perbukitan kapur Tuban. Setiap tetes getah ditampung dalam bumbung atau potongan bambu yang akan diambil menjelang pagi dan sore hari.
 
Sepintas legen memang berwarna agak keruh. namun bukan berarti minuman ini tidak layak konsumsi. Pasalnya legen yang berwarna keruh seperti ini adalah legen kwalitas asli tanpa campuran air maupun pemanis buatan.
 
Datangnya bulan suci Ramadhan seperti sekarang ini menjadi berkah bagi penjual legen. bahkan sejumlah warga yang sebelumnya memproduksi minuman toak, kini beralih menjadi penjual legen dadakan. Pasalnya minuman toak yang mengandung alkohol kurang diminati pembeli selama bulan ramadhan.
 
Bagi masyarakat Tuban, minuman legen terasa favorit saat bulan Ramadhan tiba. Pasalnya pada hari-hari biasa keberadaan legen tergeser oleh minuman khas Tuban lainnya yaitu toak. Minuman beralkohol itu juga dibuat dari sadapan getah pohon siwalan.

Kondisi alam kabupaten Tuban yang panas dan kering membuat minuman legen cukup diminati masyarakat. Selain murah, minuman ini memiliki rasa yang khas dan menyegarkan. bahkan selama bulan ramadhan, legen menjadi minuman favorit penghilang dahaga saat buka puasa.
 
Menurut Yuli, penikmat legen minum legan saat berbuka puasa terasa menyegarkan. Karena setelah seharian merasakan panasnya cuaca di Tuban,saat berbuka, legen seperti langsung membasahi kerongkongan, sehingga hilanglah dahaga yang tertahan sepanjang hari itu.
 
Untuk bisa mendapatkan legen yang masih alami ini, pembeli harus pergi ke pelosok desa untuk menikmati segarnya legen asli yang baru diambil dari pohonnya. Untuk satu botol besar minuman legen, cukup membayar Rp 7000.(tur)
 







Berita Terkait

Segarnya Berbuka Dengan Legen Khas Tuban
Berita Terpopuler
Masalah Ekonomi Menjadi Pemicu Perceraian di Tengah Pandemi
Metropolis  1 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Massa Hadang Penjemputan Pasien Covid 19
Pojok Pitu

Belasan Kartu Keluarga Dijadikan Bungkus Tempe
Pojok Pitu

Langgar Protokol Kesehatan Pertunjukan Seni Musik Tradisional Dibubarkan Satgas ...selanjutnya
Jatim Awan

Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber