Berita Terbaru :
Tiga Karyawan PDAM Diduga Terpapar Covid 19
Warga Lumajang Masih Antri Pancarian Bantuan
Pengunjung Dibuat Tidak Saling Berpapasan di Dalam Mall
Jawa Timur Terjunkan Tim Covid 19 Hunter ke Sejumlah Daerah
Begini kata Kejaksaan Ponorogo Terkait Dugaan Korupsi PDAM
Lahir di Masa Pandemi Kelahiran Bayi Singa Putih Membawa Warna Tersendiri
Pandemi Covid-19, Penghobi Aquascape Bojonegoro Meningkat
6 Ribu Lebih Alat Rapid Test Sudah Digunakan Tracing
Mulai Minggu Depan Pelayanan Uji Kir Kembali Dibuka
Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
   

Pasca Rusuh, Kondisi Perekonomian di Wamena Sudah Mulai Pulih
Metropolis  Sabtu, 05-10-2019 | 18:30 wib
Reporter : Nanda Andrianta
Surabaya pojokpitu.com, Relawan sosial yang tergabung dalam Aksi Tanggap Bencana atau Sigab Laznas Nurul Hayat, menyebut pasca kerusuhan di Wena, Jayawijaya, Provinsi Papua, hingga saat ini sudah berangsur-angsur mulai membaik.

Hal itu sangat terlihat dari kondisi perekonomian di Wamena yang juga mulai membaik. Bahkan, warung-warung yang awalnya tutup sudah mulai buka dan mulai berjualan kembali.

Hal itu dibenarkan oleh Direktur Program Laznas Nurul Hayat, Kholaf Hibatullah. Ia mengatakan, kondisi perekonomian sudah mulai membaik sejak Kamis (3/10) lalu.

"Dari laporan relawan yang diberangkatkan ke Wamena, seperti pasar-pasar hingga warung nasi padang sudah buka," kata Kholaf Hinatullah.

Kendati perekonomian sudah mulai menggeliat, Kholaf juga menyebut harga bahan pokok di Wamena masih meninggi. Bahkan,harga satu ekor ayam di wamena mencapai 600 ribu.

Meskipun kondisi wamena sudah mulai kondusif, Kholaf meminta para relawan laznaz nurul hayat tak ditarik dari Wamena. Sebab, pihaknya masih fokus membantu dinas sosial setempat untuk memulihkan kondisi psikologis ribuan warga perantau.

"Seperti membantu dinas sosial jatim,mengkoordinir warga Jatim di Wamena yang hendak pulang ke Jatim atau yang mengungsi di kabupaten sekitar Wamena," imbuhnya.

Kholaf juga meminta masyarakat tak percaya begitu saja kabar bohong yang beredar di sosial media. Sebab, dari kesaksian para relawan yang diterjunkan ke lokasi kerusuhan mengatakan kerusuhan murni karena masalah lain, yang tak ada hubungannya dengan isu agama. (yos)





Berita Terkait

Belasan Korban Wamena Temui Bupati Ipong Muchlissoni

Warga Wamena Yang Pulang Dapat Bantuan Dari Pemkab

Polres Tulungagung Berikan Bantuan Untuk Korban Kerusuhan Wamena

Diselamatakan Pendeta, Ratusan Perantau Wamena Tiba di Probolinggo
Berita Terpopuler
Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  11 jam

Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Peristiwa  10 jam

Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Peristiwa  9 jam

Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  9 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber