Berita Terbaru :
Kapolda Jatim Pastikan Bantuan Covid-19 Tersampaikan
Polisi Grebeg Pengedar Pil Setan Saat Edarkan Kepada Pemuda Desa
Menkes RI Memuji Perjuangan Surabaya Melawan Covid-19
Istri Jadi TKW, Pria Bejat Ini Setubuhi Anak Gadis Tetangga
Risma : Tercatat, 127 Anak - Anak Rentan Terpapar Covid-19
Ponpes Siapkan Protokol Kesehatan Sambut Santri Masuk Pondok
50 Ribu Rapid Tes Gratis Tersedia di ASDP Ketapang
Bakal Digelar 9 Desember 2020, Pilkada di Sidoarjo Terapkan Protokol Kesehatan
New Normal Diharapkan Mampu Kembalikan Omzet PKL
Rapid Test Massal, 68 Warga Reaktif Covid 19
Persiapan New Normal, Masyarakat Dilatih Mandiri dan Tidak Bergantung Pada Pemerintah
Rapid Test Massal Tidak Terapkan Phsycal Distancing
Kegiatan Belajar Mengajar Ponpes Annur Terhenti Sejak Pandemi Covid 19
Dindik Tunggu Restu Tim Gugus Tugas Untuk Memulai KBM
Serentak, PPDB di Madiun Bakal Dilaksanakan Pada 23 Juni Mendatang
   

Bersihkan Petirtaan Dewi Sri Sambil Joget Ikan Gabus
Rehat  Minggu, 06-10-2019 | 00:12 wib
Reporter : M. Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Warga di Kabupaten Magetan punya tradisi membersihkan saluran air di situs sejarah Petirtaan Dewi Sri, yang merupakan peninggalan Kerajaan Mataram kuno.

Situs bersejarah Petirtaan Dewi Sri berada di Desa Simbatan Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan. Tiap tahuh, warga membersihkan saluran air yang dipercaya sebagai tempat mandi Dewi Sri. Saluran air dibersihkan oleh sesepuh desa penjaga situs agar mengalir lancar.

Tradisi membersihkan petirtaan dewi sri ini, juga diiringi tari ikan gabus yang ada di petirtaan. Iringan musik gamelan menambah suasana menjadi meriah.

Usai diajak menari, ikan gabus kemudian dilepas kembali ke petirtaan dan diberi makan beras kuning.

Menurut Sumiran, sesepuh desa penjaga petirtaan Dewi Sri, ikan gabus tersebut diajak menari sebagai bentuk penghormatan kepada Dewi Sri.

"Tradisi tetap dilakukan warga setiap tahunnya, sebagai salah satu upaya melestarikan adat budaya peninggalan leluhur," kata
Sumiran. (pul)

Berita Terkait

Penataan Ulang Pasar Tradisional Cegah Penularan Covid-19

Tradisi Ronda Sahur Terus Dilakukan Warga Nganjuk

Melestarikan Permainan Tradisional Meriam Bambu di Bulan Ramadhan

Sekelompok Pemuda Trenggalek Lestarikan Permainan Tradisional Meriam Bambu
Berita Terpopuler
Membusuk Bunuh Diri, Diduga Akibat Depresi Gejala Covid-19
Peristiwa  10 jam

Pengusaha Kulit Ditemukan Tewas Membusuk di Lingkungan Industri Kecil
Peristiwa  7 jam

Kasus Positif Covid Tembus 62, 4 Sembuh
Covid-19  7 jam

1.931 Jamaah Haji Bojonegoro Gagal Berangkat ke Tanah Suci
Info Haji  5 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber