Berita Terbaru :
PMI Kirim Bantuan Ventilator ke RS Muhammadiyah Lumajang
Manfaatkan Mobile PCR, Ratusan Petugas Medis dan Masyarakat Tulungagung Diuji Swab
Doni Monardo : Mobil PCR Untuk Provinsi Jatim, Namun Khusus Untuk Kota Surabaya
Memang, Test PCR Lebih Akurat Dibandingkan Rapid Test
Pemprov Bantah Bantuan Mobil PCR Dari BNPB Khusus Kota Surabaya
Penyakit GERD Sering Muncul Setelah Lebaran, Apa Penyebabnya?
Penjual Ketupat Matang Tetap Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19
Golkar Ingatkan Walikota Surabaya Jangan Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19
Kapolres Cek Gudang Beras Bulog Madusari
Pandemi Covid 19, Polisi Binmas Bagi Buku Gratis Ke Siswa Pedesaan
Suket Tak Lengkap, Pengguna Jasa Penyebrangan Balik Kanan
Arema Usulkan Liga 1 Berlanjut di Era New Normal
Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
LPT Unair Tutup, RS Rujukan Bingung Periksa Sampel Swab Pasien
19 Kampung Tangguh Covid-19 Diresmikan Bertahap di Tulungagung
   

Dewan Desak Dinkes Buka Data Penonaktifan BPJS PBI
Kesehatan  Senin, 07-10-2019 | 18:15 wib
Reporter : Dewi Imroatin
Surabaya pojokpitu.com, Penonaktifan BPJS PBI (penerima bantuan iuran) menimbulkan kekhawatiran para wakil rakyat di DPRD Surabaya. Untuk itu, dewan mendesak Pemkot menyampaikan data valid berapa warga Kota Surabaya yang dinonaktifkan. Sementara itu, Dinkes Surabaya memastikan pelayanan yang ada di puskesmas dan rumah sakit tidak akan terganggu pasca adanya penonaktifan BPJS PBI.

Pasca dinonaktifkannya BPJS PBI secara serentak dari pemerintah pusat, Komisi D DPRD Surabaya menggelar hearing dengan sejumlah pihak terkait diantaranya Dinkes Surabaya dan BPJS.

Sekretaris Komisi D DPRD Surabaya, Dokter Akmarawita Kadir, menyampaikan, pihaknya meminta penonaktifan tersebut tidak mempengaruhi masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

"Dinkes harus menyampaikan data valid penonaktifan peserta BPJS PBI, agar masyarakat yang tidak mampu dan dinonaktifkan bisa segera malakukan upaya lain untuk bisa mengakses pelayanan kesehatan, dengan menggunakan sistem SKTM," kata Dokter Akmarawita Kadir.

Sementara itu, data Dinkes terdapat sekitar 100.157 jiwa, yang telah dinonaktifkan dari total 441 ribu jiwa yang mendapatkan BPJS PBI.

Meski begitu, Kadinkes Surabaya Febria Rachmanita mengungkapkan, adanya penonaktifan tersebut tidak berdampak sama sekali terhadap layanan kesehatan yang ada di Surabaya.

"Para masyarakat penerima bantuan iuran ini masih bisa untuk melakukan pengajuan pelayanan kesehatan secara gratis dengan menunjukkan surat keterangan tidak mampu (SKTM)," kata Febria Rachmanita.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Surabaya, Herman Dinata Mihardja, menerangkan semua data merupakan data yang telah diberikan oleh Dinsos dan Dinkes. Sehingga pihaknya hanya menjalankannya.

"BPJS memang tidak melakukan pemberitahuan langsung pada masyarakat penerima PBI, sehingga dirinya meminta masyarakat untuk bisa melakukan pengecekan secara mandiri baik secara ofline maupun secara online," tambah Herman Dinata Mihardja.(end)

Berita Terkait

Iuran Naik, Banyak Peserta Migrasi Menjadi Peserta BPJS PBI

3 Minggu Berjalan, Antrian Pasien BPJS PBI Tak Juga Sepi

Dewan Desak Dinkes Buka Data Penonaktifan BPJS PBI
Berita Terpopuler
Golkar Ingatkan Walikota Surabaya Jangan Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19...selanjutnya
Metropolis  3 jam

19 Kampung Tangguh Covid-19 Diresmikan Bertahap di Tulungagung
Peristiwa  12 jam

Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
Peristiwa  10 jam

LPT Unair Tutup, RS Rujukan Bingung Periksa Sampel Swab Pasien
Kesehatan  12 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber