Berita Terbaru :
Jumlah Pasien Covid 19 Yang Sembuh di Jawa Timur Makin Banyak
Tiga Karyawan PDAM Diduga Terpapar Covid 19
Warga Lumajang Masih Antri Pancarian Bantuan
Pengunjung Dibuat Tidak Saling Berpapasan di Dalam Mall
Jawa Timur Terjunkan Tim Covid 19 Hunter ke Sejumlah Daerah
Begini kata Kejaksaan Ponorogo Terkait Dugaan Korupsi PDAM
Lahir di Masa Pandemi Kelahiran Bayi Singa Putih Membawa Warna Tersendiri
Pandemi Covid-19, Penghobi Aquascape Bojonegoro Meningkat
6 Ribu Lebih Alat Rapid Test Sudah Digunakan Tracing
Mulai Minggu Depan Pelayanan Uji Kir Kembali Dibuka
Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
   

Tak Terima Omongan Plt Kepala BKD, Ratusan Kades dan Perangkat Desa Turun Jalan
Tapal Kuda Dan Madura  Selasa, 08-10-2019 | 16:06 wib
Reporter : Rizqi Setiawan
Bondowoso pojokpitu.com, Ratusan massa dari kepala desa dan perangkat desa melakukan aksi demo di Kantor Pemerintah Kabupaten dan gedung DPRD Kabupaten Bondowoso. Aksi dilakukan lantaran tidak terima atas perkataan Plt Kepala BKD,yang menyatakan desa bukan bagian dari pemerintah kabupaten.

Tergabung dalam Sentra Komunikasi Antar Kepala Desa (SKAK) Bondowoso para kepala desa dan perangkat melakukan aksi demo di depan kantor Pemerintah Kabupaten Bondowoso.

Mereka meminta sekretaris daerah juga turun ke jalan menemui pendemo agar menugaskan Kepala BKD untuk meminta maaf disaksikan seluruh kepala desa.

Namun setelah lama berorasi menyampaikan aspirasinya, peserta aksi tak kunjung ditemui oleh pejabat kabupaten. Akhirnya, SKAK Bondowoso melanjutkan aksi menuju gudung dewan perawakilan rakyat daerah di Kecamatan Tenggarang. Di lokasi ini, pendemo diterima sejumlah wakil rakyat di halaman gedung.

Tuntutan ratusan kepala desa antara lain, Plt Kepala BKD, Ahmad Prayitnomenarik ucapan yang dilontarakan beberapa hari lalu bersama permintaan maaf dengan disaksikan seluruh masyarakat.

Beberapa poin yang dianggap salah yakni, mengatakan bahwa pemerintah desa bukan bagian dari pemerintah kabupaten, sekretaris desa hanya diangkat oleh BPD di desa, serta pernyataan terakhir bahwa tidak ada batasan umur bagi sekretaris desa yang akan diangkat.

Mat Hari, salah satu kepala desa mengatakan, pernyataan Ahmad Prayitno tersebut sangat meresahkan masyarakat desa. Apabila tidak segera ditindak lanjuti, maka skak mengancam akan kembali aksi dengan massa yang lebih besar, mencopot seragam berlogo pemkab, serta menyerahkan stempel kepada pemerintah kabupaten.

Usai menyampaikan aspirasi, massa kemudian membubarkan diri menuju desa masing-masing dengan pengawalan pihak kepolisian. (yos)

Berita Terkait

Merasa Dilecehkan, Ratusan Kades Se Kabupaten Pasuruan Mengamuk di Gedung DPRD

Jadi Korban Bogem, Pendukung Calon Kades Atok Lapor Polisi

Masih Ada Gugatan, Pemkab Pamekasan Tolak Lantik Kades Terpilih

Tak Terima Omongan Plt Kepala BKD, Ratusan Kades dan Perangkat Desa Turun Jalan
Berita Terpopuler
Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  11 jam

Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Peristiwa  10 jam

Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Peristiwa  9 jam

Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  9 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber