Berita Terbaru :
Doni Monardo : Mobil PCR Untuk Provinsi Jatim, Namun Khusus Untuk Kota Surabaya
Memang, Test PCR Lebih Akurat Dibandingkan Rapid Test
Pemprov Bantah Bantuan Mobil PCR Dari BNPB Khusus Kota Surabaya
Penyakit GERD Sering Muncul Setelah Lebaran, Apa Penyebabnya?
Penjual Ketupat Matang Tetap Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19
Golkar Ingatkan Walikota Surabaya Jangan Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19
Kapolres Cek Gudang Beras Bulog Madusari
Pandemi Covid 19, Polisi Binmas Bagi Buku Gratis Ke Siswa Pedesaan
Suket Tak Lengkap, Pengguna Jasa Penyebrangan Balik Kanan
Arema Usulkan Liga 1 Berlanjut di Era New Normal
Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
LPT Unair Tutup, RS Rujukan Bingung Periksa Sampel Swab Pasien
19 Kampung Tangguh Covid-19 Diresmikan Bertahap di Tulungagung
   

Limbah Ternak Sapi Bisa Diproses Menjadi Pupuk Organik
Teknologi  Kamis, 10-10-2019 | 01:06 wib
Reporter : Andy Nurcholis
Rumah pemotongan hewan Kabupaten Situbondo , memanfaatkan limbah ternak sapi menjadi pupuk organik berkualitas. Foto Andy Nurcholis
Situbondo pojokpitu.com, Limbah yang selama ini dianggap mencemari lingkungan, ternyata bisa disulap menjadi pundi pundi rupiah. Caranya sangat mudah, limbah kotoran sapi diolah menggunakan sebuah alat pengelolah pupuk organik.

Proses pembuatan pupuk organik dari bahan limbah rumah potong hewan dilakukan di Desa Sumber Kolak Kecamatan Panarukan . Alat pengelolah pupuk organik milik Dinas Peternakandan Kesehatan Hewan itu bisa mengubah limbah menjadi pupuk organik.

Sebelum diolah menjadi pupuk organik, limbah dari kotoran hewan ternak dan limbah pemotongan hewan harus dikeringkan dahulu. Kemudian bahan pupuk organik dari ruang instalasi pengelolah air limbah atau Ipal menjadi lebih optimal.

Disnakkeswan dapat memproduksi pupuk organik rata rata satu ton setiap harinya. Al hasil pupuk organik, dapat menyuburkan lahan pertanian , dengan harga yang ekonomis.

Hasanuddin Riwansia , Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan mengatakan, selama ini  biaya produksi tinggi lantaran petani cenderung menggunakan pupuk kimia yang justru merusak unsur tanah. Padahal cara mengatasi masalah tersebut dengan hanya menggunakan pupuk organik.

Untak saat ini limbah pupuk organik dijual dengan harga dua ribu rupiah per kilo, dan dipasarkan ke pencinta tanaman hias. Dinas Peternakan dan Kesehatan, masih kuwalahan jika memasarkan ke petani kebun. Sebab permintaan yang terlalu banyak untuk  memproduksi pupuk organik dalam jumlah besar. (pul)

Berita Terkait

Limbah Ternak Sapi Bisa Diproses Menjadi Pupuk Organik
Berita Terpopuler
Golkar Ingatkan Walikota Surabaya Jangan Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19...selanjutnya
Metropolis  3 jam

19 Kampung Tangguh Covid-19 Diresmikan Bertahap di Tulungagung
Peristiwa  12 jam

Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
Peristiwa  10 jam

LPT Unair Tutup, RS Rujukan Bingung Periksa Sampel Swab Pasien
Kesehatan  11 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber