Berita Terbaru :
Enam Warga Korban Prona Lapor Polisi Nganjuk
Jumlah Pasien Covid 19 Yang Sembuh di Jawa Timur Makin Banyak
Tiga Karyawan PDAM Diduga Terpapar Covid 19
Warga Lumajang Masih Antri Pancarian Bantuan
Pengunjung Dibuat Tidak Saling Berpapasan di Dalam Mall
Jawa Timur Terjunkan Tim Covid 19 Hunter ke Sejumlah Daerah
Begini kata Kejaksaan Ponorogo Terkait Dugaan Korupsi PDAM
Lahir di Masa Pandemi Kelahiran Bayi Singa Putih Membawa Warna Tersendiri
Pandemi Covid-19, Penghobi Aquascape Bojonegoro Meningkat
6 Ribu Lebih Alat Rapid Test Sudah Digunakan Tracing
Mulai Minggu Depan Pelayanan Uji Kir Kembali Dibuka
Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
   

6 Warga Dari Wamena Ingin Menenangkan Diri dan Menghilangkan Trauma
Mataraman  Kamis, 10-10-2019 | 13:00 wib
Reporter : Tova Pradana
Mereka ingin menghilangkan rasa takut dan trauma paska kejadian mencekam yang terjadi di papua beberapa waktu lalu. Foto Tova Pradana
Madiun pojokpitu.com, Enam warga Madiun dan 1 warga Ponorogo tiba dari Wamena, diterima di Pendopo Muda Graha oleh Pemkab Madiun. Ke-7 orang tersebut Firda (15), Fathurohman (16), Arya (9), Fifan (8), Dwi Yanuriyanti, Srikarti. Keenamanya merupakan warga Desa,Kecamatan Jiwan , Kabupaten Madiun. Serta Hariyanto yang merupakan warga Desa Ceper , Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo.

Mereka tiba dari Wamena Kamis (10/10) dini hari, dan diterima di Pendopo Kabupaten Madiun. Setelah dijemput tim gabungan Dinsos,  BPBD dan Dinkes dari Bandara Juanda Sidoarjo.

Sugiharto Kepala Dinsos Kabupaten Madiun mengatakan, data dari Dinsos, terdapat belasan warga Madiun yang masih dijemput di Bandara Juanda. Sebagian memilih ingin tinggal di rumah saudaranya di Sidoarjo untuk menenangkan diri. Semua warga Madiun tersebut mendapat pelayanan medis. "Selain memfasiliasi warga Madiun yang tinggal di Wamena, kami juga menjamin ke empat anak bisa melanjutkan sekolah," kata Sugiharto.
 
Salah satu pengungsi Dwi Yanuriyanti, mengaku memilih untuk pulang mengunakan pesawat komersil. Karena keselamatan keluarganya lebih penting. Terutama anak anak, agar bisa segera menghilangkan trauma yang mereka alami. (pul)

Berita Terkait

Belasan Korban Wamena Temui Bupati Ipong Muchlissoni

Warga Wamena Yang Pulang Dapat Bantuan Dari Pemkab

Polres Tulungagung Berikan Bantuan Untuk Korban Kerusuhan Wamena

Diselamatakan Pendeta, Ratusan Perantau Wamena Tiba di Probolinggo
Berita Terpopuler
Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  11 jam

Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Peristiwa  10 jam

Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Peristiwa  9 jam

Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  9 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber