Berita Terbaru :
Kasus Covid 19 di Jatim Capai 4.409 Orang
PMI Kirim Bantuan Ventilator ke RS Muhammadiyah Lumajang
Manfaatkan Mobile PCR, Ratusan Petugas Medis dan Masyarakat Tulungagung Diuji Swab
Doni Monardo : Mobil PCR Untuk Provinsi Jatim, Namun Khusus Untuk Kota Surabaya
Memang, Test PCR Lebih Akurat Dibandingkan Rapid Test
Pemprov Bantah Bantuan Mobil PCR Dari BNPB Khusus Kota Surabaya
Penyakit GERD Sering Muncul Setelah Lebaran, Apa Penyebabnya?
Penjual Ketupat Matang Tetap Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19
Golkar Ingatkan Walikota Surabaya Jangan Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19
Kapolres Cek Gudang Beras Bulog Madusari
Pandemi Covid 19, Polisi Binmas Bagi Buku Gratis Ke Siswa Pedesaan
Suket Tak Lengkap, Pengguna Jasa Penyebrangan Balik Kanan
Arema Usulkan Liga 1 Berlanjut di Era New Normal
Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
LPT Unair Tutup, RS Rujukan Bingung Periksa Sampel Swab Pasien
   

Pasal Untuk Terdakwa Kasus Amblesnya Jalan Gubeng Tak Sesuai
Hukum  Kamis, 10-10-2019 | 16:43 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
Surabaya pojokpitu.com, Kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng sudah masuk pada sidang perdana. Namun pasal yang diberikan pada terdakwa dinilai pakar hukum pidana tak tepat sehingga perlu dikaji ulang.

Erni Herlin Setyorini, pakar hukum pidana Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, menilai, pasal yang diberikan pada enam terdakwa kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng tak sesuai, yakni pasal 192 ayat 1 KUHP juncto pasal 55 ayat 5 nomor 1 ditambah pasal 63 ayat 1 Undang-Undang 38 tahun 2004 dengan hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Pada pasal-pasal itu untuk vonis kesengajaan yang dilakukan. Namun, pada keenam terdakwa, belum bisa dibuktikan adanya kesengajaan atau tidak. "Faktor kelalaian lebih tepat dijatuhkan, karena kemungkinan besar terdakwa tidak melakukan kerja sesuai SOP. Namun tidak ada pasal dalam KUHP yang sesuai untuk diberikan, sehingga perlu dikaji ulang tingkat kesengajaan yang dilakukan, apakah kesengajaan dengan kemungkinan atau kesengajaan dengan kepastian," kata Erni Herlin Setyorini.

Sementara terkait keterlibatan anak Walikota Surabaya Tri Rismaharini, pihaknya enggan menanggapi, sebab status Fuad Bernardi masih sebagai saksi.(end)

Berita Terkait

Jaksa Lawan Vonis Bebas Amblesnya Jalan Gubeng

Tiga Kontraktor Amblesnya Jalan Gubeng Divonis Bebas

Hakim Gelar Sidang di Lokasi Amblesnya Jalan Gubeng

Proyek Rumah Sakit Siloam Sempat Terkendala Amdal
Berita Terpopuler
Golkar Ingatkan Walikota Surabaya Jangan Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19...selanjutnya
Metropolis  4 jam

19 Kampung Tangguh Covid-19 Diresmikan Bertahap di Tulungagung
Peristiwa  13 jam

Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
Peristiwa  11 jam

LPT Unair Tutup, RS Rujukan Bingung Periksa Sampel Swab Pasien
Kesehatan  12 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber