Berita Terbaru :
Optimalkan Laboratorium, Surabaya Tak Perlu Mobil Tes PCR
Kasus Covid 19 di Jatim Capai 4.409 Orang
PMI Kirim Bantuan Ventilator ke RS Muhammadiyah Lumajang
Manfaatkan Mobile PCR, Ratusan Petugas Medis dan Masyarakat Tulungagung Diuji Swab
Doni Monardo : Mobil PCR Untuk Provinsi Jatim, Namun Khusus Untuk Kota Surabaya
Memang, Test PCR Lebih Akurat Dibandingkan Rapid Test
Pemprov Bantah Bantuan Mobil PCR Dari BNPB Khusus Kota Surabaya
Penyakit GERD Sering Muncul Setelah Lebaran, Apa Penyebabnya?
Penjual Ketupat Matang Tetap Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19
Golkar Ingatkan Walikota Surabaya Jangan Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19
Kapolres Cek Gudang Beras Bulog Madusari
Pandemi Covid 19, Polisi Binmas Bagi Buku Gratis Ke Siswa Pedesaan
Suket Tak Lengkap, Pengguna Jasa Penyebrangan Balik Kanan
Arema Usulkan Liga 1 Berlanjut di Era New Normal
Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
   

Air Mati, PDAM Droping Air Bersih ke Pelanggan
Mataraman  Kamis, 10-10-2019 | 17:18 wib
Reporter : M. Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Tidak hanya warga biasa, pelanggan PDAM di Magetan juga mengalami krisis air bersih. Ribuan pelanggan terganggu karena air sering mati. PDAM mengaku, debit air baku memang berkurang sehingga berpengaruh pada pelanggan.

Tidak hanya Kecamatan Parang atau Karas saja, yang mengalami krisis air bersih. Di wilayah Kota Magetan, juga mengalami hal yang sama. Seperti di Desa Baron Kecamatan Kabupaten Magetan.

Warga desa setempat langsung menyerbu tangki air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lawu Tirta Magetan, yang mengirim air bersih ke lokasi.

Selama ini, warga bergantung pada air PDAM, untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Namun dalam dua hari terahir ini air PDAM mati.

Salah satu pelanggan PDAM, Supartini, mengaku, sebelumnya, PDAM hanya mengalir pada malam hari. Namun dalam dua hari terahir ini air PDAM tidak mengalir sama sekali.

Sementara itu, Direktur Teknik PDAM Lawu Tirta Magetan, Wiyono, mengatakan, secara umum debit air baku PDAM mengalami penurunan pada musim kemarau ini.

"Sehingga ada ribuan pelanggan yang terganggu. Namun droping hanya dilakukan di sebagian kecil daerah, yang merupakan basis pelanggan PDAM," ujar Wiyono.

Selain droping air, PDAM juga menyewa sumur dalam milik warga untuk memenuhi kebutuhan air para pelanggan, sehingga tidak harus dilakukan droping air. (yos)

Berita Terkait

Memasuki Musim Pancaroba, 66 Desa di Trenggalek Masih Alami Kekeringan

Kemarau Berkelanjutan, Sumber PDAM di Pacitan Mengering

Warga Kabupaten Jember Kesulitan Air Bersih

Petani Memecah Batu di Sawah yang Masih Kering
Berita Terpopuler
Golkar Ingatkan Walikota Surabaya Jangan Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19...selanjutnya
Metropolis  5 jam

19 Kampung Tangguh Covid-19 Diresmikan Bertahap di Tulungagung
Peristiwa  14 jam

Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
Peristiwa  11 jam

LPT Unair Tutup, RS Rujukan Bingung Periksa Sampel Swab Pasien
Kesehatan  13 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber