Berita Terbaru :
Kasus Covid 19 di Jatim Capai 4.409 Orang
PMI Kirim Bantuan Ventilator ke RS Muhammadiyah Lumajang
Manfaatkan Mobile PCR, Ratusan Petugas Medis dan Masyarakat Tulungagung Diuji Swab
Doni Monardo : Mobil PCR Untuk Provinsi Jatim, Namun Khusus Untuk Kota Surabaya
Memang, Test PCR Lebih Akurat Dibandingkan Rapid Test
Pemprov Bantah Bantuan Mobil PCR Dari BNPB Khusus Kota Surabaya
Penyakit GERD Sering Muncul Setelah Lebaran, Apa Penyebabnya?
Penjual Ketupat Matang Tetap Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19
Golkar Ingatkan Walikota Surabaya Jangan Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19
Kapolres Cek Gudang Beras Bulog Madusari
Pandemi Covid 19, Polisi Binmas Bagi Buku Gratis Ke Siswa Pedesaan
Suket Tak Lengkap, Pengguna Jasa Penyebrangan Balik Kanan
Arema Usulkan Liga 1 Berlanjut di Era New Normal
Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
LPT Unair Tutup, RS Rujukan Bingung Periksa Sampel Swab Pasien
   

Ngaku Polisi, Pemuda di Blitar Rampas Barang dan Menghajar Warga
Mataraman  Kamis, 10-10-2019 | 17:40 wib
Reporter : Mohammad Asrofi, Imron Danu
Blitar pojokpitu.com, Bercita-cita jadi polisi tidak kesampaian, seorang pria di Kabupaten Blitar nekat mengaku-ngaku polisi. Pelaku merampas dan menghajar para korbannya, dengan dalih sedang melakukan penyelidikan kasus pembunuhan. Pelaku berhasil ditangkap petugas, di tempat persembunyianna di Palangkaraya-Kalteng.

Adalah Andik Saputra (25) langsung digelandang petugas Satreskrim Polres Blitar. Warga Desa Jingglong Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar ini, ditangkap petugas karena mengaku polisi untuk berbuat kejahatan.

Dengan dalih sedang melakukan penyelidikan kasus pembunuhan, pelaku dengan gampang merampas dan memperdaya para korbannya. Terakhir pelaku menghajar 3 pelajar dan merampas handphone mereka di lapangan tenis kelurahan jegu Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar.

AKBP. Budi Hermanto, Kapolres Blitar, mengatakan, didepan petugas, Andik mengaku nekat mengaku-ngaku polisi karena dulu bercita-cita menjadi polisi, namun tidak  kesampaian.

"Modusnya, ia mendekat korbannya dan langsung menuduh jika korban adalah pelaku pembunuhan," ujar AKBP Budi Hermanto.

Selanjutnya, ia menghajar dan merampas handphone korbannya. Namun sebelum melakukan aksinya, ia minum terlebih dahulu agar berani.

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan satu handphone milik korban, serta sepeda motor yang digunakan pelaku untuk beraksi.

Untuk sementara pelaku harus berada di kantor polisi sesuai dengan cita-citanya, namun bukan untuk berdinas melainkan untuk menjalani hukuman.

Pelaku akan dijerat dengan pasal 368 KUHP tentang perampasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (yos)

Berita Terkait

Ngaku Aspri Menpan-RB, 3 Polisi Gadungan Ditangkap

Polisi Gadungan Untuk Menipu dan Mengencani Perempuan

Mengaku Polisi, Pemuda di Blitar Rampas Barang dan Hajar Warga

Ngaku Polisi, Pemuda di Blitar Rampas Barang dan Menghajar Warga
Berita Terpopuler
Golkar Ingatkan Walikota Surabaya Jangan Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19...selanjutnya
Metropolis  4 jam

19 Kampung Tangguh Covid-19 Diresmikan Bertahap di Tulungagung
Peristiwa  13 jam

Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
Peristiwa  11 jam

LPT Unair Tutup, RS Rujukan Bingung Periksa Sampel Swab Pasien
Kesehatan  12 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber