Berita Terbaru :
PMI Kirim Bantuan Ventilator ke RS Muhammadiyah Lumajang
Manfaatkan Mobile PCR, Ratusan Petugas Medis dan Masyarakat Tulungagung Diuji Swab
Doni Monardo : Mobil PCR Untuk Provinsi Jatim, Namun Khusus Untuk Kota Surabaya
Memang, Test PCR Lebih Akurat Dibandingkan Rapid Test
Pemprov Bantah Bantuan Mobil PCR Dari BNPB Khusus Kota Surabaya
Penyakit GERD Sering Muncul Setelah Lebaran, Apa Penyebabnya?
Penjual Ketupat Matang Tetap Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19
Golkar Ingatkan Walikota Surabaya Jangan Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19
Kapolres Cek Gudang Beras Bulog Madusari
Pandemi Covid 19, Polisi Binmas Bagi Buku Gratis Ke Siswa Pedesaan
Suket Tak Lengkap, Pengguna Jasa Penyebrangan Balik Kanan
Arema Usulkan Liga 1 Berlanjut di Era New Normal
Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
LPT Unair Tutup, RS Rujukan Bingung Periksa Sampel Swab Pasien
19 Kampung Tangguh Covid-19 Diresmikan Bertahap di Tulungagung
   

Diwarnai Aksi Demo, Dua Terdakwa Kasus Pembunuhan Juragan Rongsokan Dituntut Hukuman Mati
Politik  Kamis, 10-10-2019 | 18:20 wib
Reporter : Aminuddin Ilham
Mojokerto pojokpitu.com, Ratusan massa dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang datang dari sejumlah daerah memadati halaman dan jalan di depan Pengadilan Negeri Mojokerto, untuk menggelar aksi demo guna mengawal proses persidangan 2 terdakwa pembunuhan terhadap juragan rongsokan yang merupakan salah satu dari anggota PSHT.

Massa memberi dukungan terhadap Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menjatuhkan hukuman seberat beratnya atau hukuman mati terhadap 2 terdakwa pembunuhan, Priyono dan Dantok Narianto, yang telah membunuh dan membakar juragan rongsokan bernama Eko Yuswanto.
 
Sementara itu, dalam sidang yang digelar di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Mojokerto, tim jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto, menuntut kedua terdakwa kasus pembunuhan, Priyono dan Dantok Nariyanto dengan hukuman maksimal yaitu hukuman mati.
 
Tuntutan hukuman mati yang dijatuhkan terhadap kedua terdakwa ini,sesuai dengan dakwaan kesatu primer dengan pasal 340 KUHP jouncto 55 ayat 1 KUHP atau dakwaan ketiga pasal 181 KUHP jouncto 55 ayat 1, tentang pembunuhan berencana. Atas tuntutan hukuman mati ini disambut lega oleh Laili Fitria, istri dan keluarga korban.
 
Seperti yang diketahui, kasus pembunuhan terhadap juragan rongsokan yang mayatnya ditemukan di ladang jagung dengan kondisi terbakar dilakukan kedua terdakwa terjadi pada 13 Mei 2019 lalu.

Pembunuhan berencana ini dilakukan karena kedua terdakwa sakit hati terhadap keluarga korban, yang sering mengejek istri salah satu terdakwa. (yos)

Berita Terkait

Perkara Penusukan Terhadap Heru Susilo Masuk Meja Hijau

Pelaku Pembunuhan Disertai Mutilasi Divonis 14 Tahun Penjara

Sidang Polisi Bunuh Gadis, Terdakwa Dituntut 15 Tahun

Diwarnai Aksi Demo, Dua Terdakwa Kasus Pembunuhan Juragan Rongsokan Dituntut Hukuman Mati
Berita Terpopuler
Golkar Ingatkan Walikota Surabaya Jangan Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19...selanjutnya
Metropolis  4 jam

19 Kampung Tangguh Covid-19 Diresmikan Bertahap di Tulungagung
Peristiwa  13 jam

Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
Peristiwa  11 jam

LPT Unair Tutup, RS Rujukan Bingung Periksa Sampel Swab Pasien
Kesehatan  12 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber