Berita Terbaru :
Pengunjung Dibuat Tidak Saling Berpapasan di Dalam Mall
Jawa Timur Terjunkan Tim Covid 19 Hunter ke Sejumlah Daerah
Begini kata Kejaksaan Ponorogo Terkait Dugaan Korupsi PDAM
Lahir di Masa Pandemi Kelahiran Bayi Singa Putih Membawa Warna Tersendiri
Pandemi Covid-19, Penghobi Aquascape Bojonegoro Meningkat
6 Ribu Lebih Alat Rapid Test Sudah Digunakan Tracing
Mulai Minggu Depan Pelayanan Uji Kir Kembali Dibuka
Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
   

Mentan Apresiasi Perkembangan Peternakan di Jawa Timur
Ekonomi Dan Bisnis  Kamis, 10-10-2019 | 18:46 wib
Reporter : Ayul Anhdim
Surabaya pojokpitu.com, Menteri Pertanian Republik Indonesia, Amran Sulaiman, Kamis siang menghadiri acara rapat evaluasi Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) di Surabaya. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pertanian mengapresiasi peternakan sapi di Jawa Timur yang dinilai berkembang sangat pesat, dan menargetkan Jatim menjadi percontohan produksi sapi.

Hadir dalam acara rapat evaluasi dan peningkatan kapasitas SDM di Surabaya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengaku kagum dengan perkembangan produksi sapi di Jawa Timur. Jumlah pertumbuhannya mencapai lebih dari 1 juta ekor per tahun. Bahkan jumlah ini mampu memenuhi 40 persen dari kebutuhan sapi nasional.
 
Amran menargetkan Jawa Timur bisa menjadi percontohan produksi sapi bagi provinsi-provinsi lain di Indonesia. Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyatakan siap untuk membantu provinsi lain, dalam mewujudkan swasembada protein hewani.
 
Salah satunya dengan mengirim inseminator ke provinsi lain. Mengingat di Jatim jumlah inseminator mencapai 1.438 orang. 1.295 orang atau 90 persen diantaranya, bahkan telah mengantongi sertifikat kompetensi profesi. Jatim sendiri bahkan menargetkan dapat melakukan inseminasi buatan atau kawin suntik sebanyak 1,3 juta ekor sapi, atau 43 persen dari target nasional.
 
"Tingkat ekspor kali ini naik hingga mencapai 9 juta ton, yakni dari 32 ton jumlah ekpor kini mencapai 42 juta ton, dengan ekspor tertinggi yakni  jagung, bawang merah, karet, pinaple, dan sarangburung wallet yang kini mulai banyak masuk ke negara asing," pungkas Amran. (end)




Berita Terkait

Mentan Apresiasi Perkembangan Peternakan di Jawa Timur

Menteri Koordinator Perekonomian Siapkan Jagung Untuk Kebutuhan Peternak Unggas

Semarakan HUT Kota Batu, Dinas Pertanian Gelar Pameran Peternakan 2018

Diprotes Warga, Pemilik Peternakan Ayam Pilih Tutup Usaha
Berita Terpopuler
Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  10 jam

Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Peristiwa  9 jam

Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Peristiwa  8 jam

Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  9 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber