Berita Terbaru :
Enam Warga Korban Prona Lapor Polisi Nganjuk
Jumlah Pasien Covid 19 Yang Sembuh di Jawa Timur Makin Banyak
Tiga Karyawan PDAM Diduga Terpapar Covid 19
Warga Lumajang Masih Antri Pancarian Bantuan
Pengunjung Dibuat Tidak Saling Berpapasan di Dalam Mall
Jawa Timur Terjunkan Tim Covid 19 Hunter ke Sejumlah Daerah
Begini kata Kejaksaan Ponorogo Terkait Dugaan Korupsi PDAM
Lahir di Masa Pandemi Kelahiran Bayi Singa Putih Membawa Warna Tersendiri
Pandemi Covid-19, Penghobi Aquascape Bojonegoro Meningkat
6 Ribu Lebih Alat Rapid Test Sudah Digunakan Tracing
Mulai Minggu Depan Pelayanan Uji Kir Kembali Dibuka
Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
   

Catimor Homestay, Bangunan Kuno Peninggaalan Kilonial di Kaki Gunung Ijen
Tempo Doeloe  Kamis, 10-10-2019 | 21:06 wib
Reporter : Rizqi Setiawan
Rumah kolonial itu berdiri tidak jauh dari obyek wisata kawah ijen. Pengunjung biasanya singgah ke lokasi itu sebelum memulai pendakian. Foto Rizqi Setiawan
Bondowoso pojokpitu.com, Bangunan arsitektur kuno bersejarah berupa di rumah peninggalan kolonial berada di kaki Gunung Ijen, Bondowoso. Konstruksi bangunan berdiri kokoh sejak 1894, disertai ragam interior dan ornamen khas eropa.

Rumah itu berada di kawasan Kebun Blawan, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso. Berada tak jauh dari pusat desa, berdiri sebuah rumah berukuran besar dengan arsitektur khas bergaya kolonial.

Kesan eksotis bangunan semakin terasa saat masuk ke dalamnya. Ornamen berupa deretan foto jaman dulu berada di dinding bangunan. Begitu menguatkan nilai sejarah di tempat tersebut. Tak hanya itu, ragam interior mulai lampu kuno, lantai kayu, hingga dinding yang terbuat dari anyaman bambu, juga membawa nostalgia pengunjung ke era kolonial.

Joko Pramono, Pengelola Homestay mengatakan, sesuai literatur kebun blawan, rumah itu awalnya difungsikan sebagai kantor perkebunan pada zaman penjajahan Belanda. Namun seiring berjalannya waktu, bangunan disulap sebagai homestay. "Bangunan itu selalu penuh didatangi pengunjung terutama saat akhir pekan," kata Joko.

Lebih istimewa adanya mata air di bagian belakang. Tak hanya menambah pesona, sumber air panas itu juga kerap dimanfaatkan pengunjung untuk sekedar menghangatkan kulit di tengah hawa dingin pegunungan. (pul)

Berita Terkait

Catimor Homestay, Bangunan Kuno Peninggaalan Kilonial di Kaki Gunung Ijen

Menengok Sejarah, Warga Minta Bangunan Kuno Dipertahankan
Berita Terpopuler
Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  12 jam

Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Peristiwa  11 jam

Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  10 jam

Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber