Berita Terbaru :
Enam Warga Korban Prona Lapor Polisi Nganjuk
Jumlah Pasien Covid 19 Yang Sembuh di Jawa Timur Makin Banyak
Tiga Karyawan PDAM Diduga Terpapar Covid 19
Warga Lumajang Masih Antri Pancarian Bantuan
Pengunjung Dibuat Tidak Saling Berpapasan di Dalam Mall
Jawa Timur Terjunkan Tim Covid 19 Hunter ke Sejumlah Daerah
Begini kata Kejaksaan Ponorogo Terkait Dugaan Korupsi PDAM
Lahir di Masa Pandemi Kelahiran Bayi Singa Putih Membawa Warna Tersendiri
Pandemi Covid-19, Penghobi Aquascape Bojonegoro Meningkat
6 Ribu Lebih Alat Rapid Test Sudah Digunakan Tracing
Mulai Minggu Depan Pelayanan Uji Kir Kembali Dibuka
Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
   

Pakar Lingkungan ITS Minta Pemerintah Lebih Peduli Kondisi Pohon
Metropolis  Jum'at, 11-10-2019 | 10:32 wib
Reporter : Yusmana Windarto
Foto korban tewas akibat tertimpa pohon Kamis (10/10) dok pojokpitu.com
Surabaya pojokpitu.com, Menanggapi pohon tumbang yang menyebabkan kematian pengendara motor di Jalan Ahmad Yani, Kamis (10/10) siang, Amien Widodo, Pakar Lingkungan Dan Kebumian Institut Tekhnologi 10 Nopember Surabaya atau ITS, menyarankan agar pemerintah Kota Surabaya untuk lebih mengawasi kondisi pohon di sepanjang jalan utama dan publik area.

Amien Widodo mengatakan, kasus tumbangnya pohon yang menewaskan warga akibat faktor alam maupun kelalaian jangan sampai kembali terulang. 

"Peristiwa tersebut bukanlah yang pertama kali. Selama ini, tewasnya pengemudi akibat tertimpa pohon masih dianggap bencana," Amin Widodo.

Menurut Amien, seluruh pohon di taman, fasilitas umum, dan sepanjang jalan utama merupakan pohon yang sengaja ditanam. Maka, posisi pohon yang berdekatan dengan aktivitas manusia harus diberlakukan seperti bangunan.

Dengan kata lain, pohon yang sengaja ditaman harus memiliki standar operasional prosedur peremajaan, pemeriksaan dan monitoring berkala. Hal itu berbeda dengan perlakuan pohon di hutan atau gunung yang jauh dari aktivitas manusia.

Beberapa kasus pohon tumbang disebabkan karena pohon lapuk karena usia, keropos di bagian tengah, dimakan rayap, batang pohon mengering, yang rawan roboh walau tanpa angin. Selanjutnya, kanopi pohon yang lebar, penanaman menggunakan stek, kondisi tanah yang lunak, dangkalnya air tanah dan asin, serta air tanah yang lunak. "Kondisi air tanah yang dangkal membuat akar tidak tumbuh ke bawah tapi ke samping. Selanjutnya, upaya bekam agar pohon berdiameter kurang dari 25 sentimeter kalau sekiranya kondisi pohon sudah rawan roboh dan membahayakan masyarakat di sekitarnya, maka segera ditebang dan diganti yang baru," tambah Amien Widodo.

Selain itu, diharapkan masyarakat ikut serta menjaga pohon-pohon di fasilitas umum dan sekitar bangunan. (pul)

Berita Terkait

Pohon Tumbang Ganggu Akses Jalan Desa

Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Truk Kontainer

Pohon Besar Tumbang, Tutup Akes Jalur Nasional

Duh, Pohon Tumbang Timpa Mobil Parkir
Berita Terpopuler
Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  12 jam

Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Peristiwa  11 jam

Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Peristiwa  9 jam

Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber