Berita Terbaru :
Sekolah Siap Jalani Tatanan Baru New Normal
Dishub Tuban Ciptakan Garis Jaga Jarak Mirip di Moto GP
Wali Murid Khawatir Apabila Anaknya Kembali Masuk Sekolah
Dinas Pariwisata Siapkan Konsep New Normal Sarangan
Tim Gugus Tugas Covid 19 Ponorogo Sudah Lakukan 2000 Rapid Tes
Bupati Intruksikan Tegas Lakukan Pembubaran Tempat Berkumpulnya Warga
KPU Butuh Tambahan Anggaran Rp 9 Miliar Untuk Penerapan Protokol Kesehatan
Cafe Kopi yang Ditemukan 6 OTG Ditutup Sementara
Harga Empon-Empon Anjlok di Pasar Tradisional
Pemegang Senpi di Polres Malang Diperiksa
   

Ratusan Warga Berebut Tumpeng Salak Raksasa
Rehat  Sabtu, 12-10-2019 | 14:00 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Ribuan warga Dusun Karang Tengah, Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, tumpah ruah ke jalan desa setempat, untuk menyaksikan kirab gunungan salak.

Sebayak dua setenggah ton yang dibentuk menjadi tumpeng raksasa, sebelum di perebutkan warga, diarak keliling kampung sejauh satu kilo meter menuju sumber mata air ngerong dan kembali menuju tenggah kampung salak.

Dengan diiringi arak-arakan yang diikuti oleh ratusan warga, serta sang ratu goa ngerong yang menaiki kereta kuda, lengkap dengan para dayangnya.

Setelah semua ritual dilakukan, serta secara simbolis Wakil Bupati Tuban, memetik buah salak dari tumpeng salak raksasa. Warga yang sudah menunggu sejak pagi tidak sabar, untuk berebut buah manis khas desa setempat.

Warga yang rebutan tidak hanya orang tua bahkan anak-anak pun, tidak ingin ketinggalan untuk mendapatkan salak. Krisna, peserta rebutan gunungan, mengatakan, warga meyakini dengan ikut rebutan salak ini, bisa mendapatkan berkah serta berharap tradisi rebutan tumpeng salak ini dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya.

Mundhir, Ketua Panitia, mengatakan, tradisi ini sengaja digelar untuk memperkenalkan hasil bumi, yaitu buah salak yang sudah terkenal puluhan tahun silam. "Sehingga dengan adanya pembukaan kampung salak ini, diharapkan masyarakat luas dapat mengetahui adanya kampung salak," ucap Mundhir.

Selain itu, pawai arak-arakan tumpeng salak yang dikawal oleh putri ngerong itu adalah sebagai wujud  syukur warga kampung, yang selama ini tidak pernah kekurangan air bersih yang hingga kini terus mengalir dari sumber goa ngerong.

Selain kirab dan rebutan tumpeng salak. Dalam kegiatan ini juga ada pameran budaya jawa, seniman lukis, bazar, serta jagongan budaya untuk melihat potensi desa. (yos)

Berita Terkait

Dinosaurus, Naga dan Buaya Raksasa Ikut Pawai Sedekah Bumi Banjar Mlati

Ratusan Warga Berebut Tumpeng Salak Raksasa

Dianggap Berkah, Ribuan Warga Berebut Tumpeng Genilangit

Ribuan Emak-Emak Rebutan Tumpeng Olahan Ikan Laut
Berita Terpopuler
Pemegang Senpi di Polres Malang Diperiksa
Malang Raya  12 jam

Dinas Pariwisata Siapkan Konsep New Normal Sarangan
Mlaku - Mlaku  6 jam

Cafe Kopi yang Ditemukan 6 OTG Ditutup Sementara
Malang Raya  10 jam

Wali Murid Khawatir Apabila Anaknya Kembali Masuk Sekolah
Pendidikan  4 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber