Berita Terbaru :
Hasil Rapidtest 815 Karyawan Pabrik Rokok Madiun Non Reaktif
Bupati Kunjungi 8 Orang Yang Dikarantina Karena Mudik
Ratusan Pedagang di 3 Pasar Bojonegoro Ikut Rapid Test
Tambang Batu Kapur Runtuh, Alat Tambang Rusak Tertimbun
Optimalkan Laboratorium, Surabaya Tak Perlu Mobil Tes PCR
Kasus Covid 19 di Jatim Capai 4.409 Orang
PMI Kirim Bantuan Ventilator ke RS Muhammadiyah Lumajang
Manfaatkan Mobile PCR, Ratusan Petugas Medis dan Masyarakat Tulungagung Diuji Swab
Doni Monardo : Mobil PCR Untuk Provinsi Jatim, Namun Khusus Untuk Kota Surabaya
Memang, Test PCR Lebih Akurat Dibandingkan Rapid Test
Pemprov Bantah Bantuan Mobil PCR Dari BNPB Khusus Kota Surabaya
Penyakit GERD Sering Muncul Setelah Lebaran, Apa Penyebabnya?
Penjual Ketupat Matang Tetap Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19
Golkar Ingatkan Walikota Surabaya Jangan Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19
Kapolres Cek Gudang Beras Bulog Madusari
   

Belasan Tahun Derita Pemuda Perut Membengkak
Kesehatan  Minggu, 13-10-2019 | 00:10 wib
Reporter : Saiful Mualimin
Jombang pojokpitu.com, Seorang warga di Jombang mengalami derita sejak belasan tahun karena mengalami perut membengkak. Sakit dialami pemuda ini sejak 12 tahun silam.

Meskipun sudah mendapatkan penanganan medis kini sang pemuda masih kesulitan biaya hidup. Bertumpu pada ibunya yang sudah menjanda, pemuda ini menggantungkan hidup dan nasibnya.

Di rumah sederhana Desa Purisemanding Kecamatan Plandaan Jombang inilah, Simah,janda  dua putra ini  menjalani kehidupannya. Perempuan ini sudah ditinggal mati suaminya sejak anak-anaknya masih kecil.

Di rumah ini, satu dari dua anak jadan berusa 57 ini mengalami sakit yang cukup lama. Eko,pemuda 32 ini hanya bisa duduk di ranjang tidurnya.

Perut yang membuncit serta kaki membengkak membuatnya tidak bisa beraktifitas apapun. Untuk makan dan hidup kedua orang ini bertumpu pada adiknya yang bekerja sebagai buruh pabrik di Mojokerto.

Simah mengakui sudah 12 tahun silam merawat Eko yang mengalami gangguan liver. Pemuda ini harus keluar masuk rumah sakit karena sakit yang dialaminya.

Kini setelah sekian lama, keluarga miskin ini kesulitan membiaya perawatan eko. "Apalagi saat dirujuk ke RS dr Soetomo biaya hidup dan transportasi membuatnya menunda untuk menjalani rawat inap," ucap Simah.

Jon Santoso, perangkat desa setempat mengakui keluarga ini sudah mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (Kis). Sehingga untuk pengobatan keluarga ini sudah bisa mendapatkan secara gratis. Hanya saja untuk biaya hidup dan transportasi selama pengobatan mereka belum bisa memenuhinya.

Eko mengalami sakit sejak bapaknya meninggal dunia, penderita gangguan liver ini sudah keluar masuk rumah sakit,hanya saja karena beban hidup sakit ini tidak kunjung sembuh. Kini sakitnya sudah menjalar ke jantung dan pernafasan.

Saat terlambat pengobatan perut penderita ini langsung membengkak besar hingga sulit bernafas. Keluarga ini berharap ada uluran bantuan untuk membantu kehidupan dan pengobatan penderita sakit menahun ini. (yos)




Berita Terkait

Belasan Tahun Derita Pemuda Perut Membengkak
Berita Terpopuler
Golkar Ingatkan Walikota Surabaya Jangan Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19...selanjutnya
Metropolis  6 jam

19 Kampung Tangguh Covid-19 Diresmikan Bertahap di Tulungagung
Peristiwa  15 jam

Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
Peristiwa  13 jam

Doni Monardo : Mobil PCR Untuk Provinsi Jatim, Namun Khusus Untuk Kota Surabaya
Politik  3 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber