Berita Terbaru :
Bupati Kunjungi 8 Orang Yang Dikarantina Karena Mudik
Ratusan Pedagang di 3 Pasar Bojonegoro Ikut Rapid Test
Tambang Batu Kapur Runtuh, Alat Tambang Rusak Tertimbun
Optimalkan Laboratorium, Surabaya Tak Perlu Mobil Tes PCR
Kasus Covid 19 di Jatim Capai 4.409 Orang
PMI Kirim Bantuan Ventilator ke RS Muhammadiyah Lumajang
Manfaatkan Mobile PCR, Ratusan Petugas Medis dan Masyarakat Tulungagung Diuji Swab
Doni Monardo : Mobil PCR Untuk Provinsi Jatim, Namun Khusus Untuk Kota Surabaya
Memang, Test PCR Lebih Akurat Dibandingkan Rapid Test
Pemprov Bantah Bantuan Mobil PCR Dari BNPB Khusus Kota Surabaya
Penyakit GERD Sering Muncul Setelah Lebaran, Apa Penyebabnya?
Penjual Ketupat Matang Tetap Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19
Golkar Ingatkan Walikota Surabaya Jangan Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19
Kapolres Cek Gudang Beras Bulog Madusari
Pandemi Covid 19, Polisi Binmas Bagi Buku Gratis Ke Siswa Pedesaan
   

Sosok Hadi, Selama 52 Tahun Jadi Perajin Cetakan Sepatu
Sosok  Minggu, 13-10-2019 | 01:05 wib
Reporter : M. Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Kalau anda penyuka sepatu kulit dari Magetan, itu tidak lepas dari jasa Somo Hadi. Kakek berumur 71 tahun yang menekuni pembuatan cetakan sepatu. Meskipun dilakukan secara manual, profesi itu ia jalani selama 52 tahun hingga sekarang.

Namanya Somo Hadi tinggal di Rumah Tua Jalan Pattimura Kelurahan Selosari Kecamatan Kabupaten Magetan. Sehari-hari, kakek berumur 71 tahun bekerja sebagai perajin acuan atau cetakan sepatu.

Memanfaatkan kayu lemtoro atau kayu rambutan, kemudian dipasah sehingga membentuk cetakan sepatu dengan aneka model dan ukuran.

Profesinya sebagai perajin cetakan sepatu, sudah dijalaninya sejak 52 tahun silam, sejak ia masih perjaka. Keahliannya didapat dari orang tuanya yang berprofesi sama.

Hingga kini, suami dari ibu Sarimi ini masih setia menjalani profesinya. Bahkan menjadi satu-satunya perajin cetakan sepatu di Kabupaten Magetan. Proses pembuatannya semuanya dilakukan secara manual.

Sebelumnya ia memang mempunyai mesin. Namun sudah lama rusak, sehingga ia kembali ke cara manual. Dalam sehari, ia bisa memproduksi dua pasang cetakan sepatu. Pesannanya biasanya datang dari Magetan, Solo, Jogja, hingga Kalimantan.

"Untuk satu pasang cetakan sepatu, biasanya dibandrol dari harga Rp 80 hingga Rp 125 ribu perpasang, tergantung ukurannya," ujar Somo Hadi.

Meskipun pesanan tidak seramai dulu, karena kalah bersaing dengan produksi cetakan sepatu berbahan plastik, akan tetapi Hadi tetap telaten menjalani profesinya. Cara manual tetap dijalaninya, karena untuk membeli mesin ia tak mampu. (yos)





Berita Terkait

Sosok Hadi, Selama 52 Tahun Jadi Perajin Cetakan Sepatu
Berita Terpopuler
Golkar Ingatkan Walikota Surabaya Jangan Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19...selanjutnya
Metropolis  6 jam

19 Kampung Tangguh Covid-19 Diresmikan Bertahap di Tulungagung
Peristiwa  15 jam

Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
Peristiwa  13 jam

Pemprov Bantah Bantuan Mobil PCR Dari BNPB Khusus Kota Surabaya
Metropolis  4 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber