Berita Terbaru :
Rujak Bawean Menjadi Kuliner Pelepas Rindu Perantau Dari Pulau Putri
Kabupaten Trenggalek Umumkan Pasien Pertama Positif Corona
Tim Medis Minim APD, Awak Media Salurkan 100 Unit Baju Hazmat
Kondisi Dua Warga Bapak Anak Positif Corona Terus Membaik
Wabah Corona, Pengusaha Konveksi Produksi Masker Handmade Dengan Motif Kekinian
Baru Bebas Lantaran Progam Asimilasi, Residivis Dihajar Warga Usai Kepergok Curi Motor
Forkopimda Beri Karangan Bunga dan APD Kepada Para Medis
Dampak Covid-19 Ratusan Napi Lapas Kediri Dibebaskan
SMKN 4 Madiun Siapkan APD Pesanan Pemprov Jatim
Diduga Terobos Traffic Light, Beat Tabrak Vega
   

Ribuan Pengunjung Tumplek Blek di Acara Festival Sepuluh Ewu Cangkir Kopi
Mlaku - Mlaku  Selasa, 15-10-2019 | 02:05 wib
Reporter : Iqbal Mustika, Handoko Khusumo
Banyuwangi pojokpitu.com, Meminum kopi tak hanya sekedar bicara tentang cita rasa, lebih dari itu ada makna yang lebih penting saat kita meminum kopi secara bersama-sama, yakni nilai kebersamaannya. Nah, masyarakat suku Using Desa Kemiren, Banyuwangi, Jawa Timur, memiliki cara unik untuk melestarikan kebiasan ngopi bareng ini.

Dikemas dalam Festival Ngopi Sepuluh Ewu, masyarakat bisa meminum kopi sepuasnya yang disediakan oleh warga desa setempat secara gratis.

Festival ngopi sepuluh ewu kembali digelar oleh masyarakat Suku Using, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Dibuka oleh Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, festival ngopi sepuluh ewu kali ini ditandai dengan menyeduhkan kopi asli Banyuwangi, kepada tamu undangan yang hadir. Secara bersama sama mereka pun langsung menikmati kopi rakyat yang sudah dihidangkan ke dalam cangkir ini.

Dinamakan festival ngopi sepuluh ewu bukanlah karena harga kopi ini per gelasnya Rp 10 ribu, melainkan pada festival ini ada ribuan gelas berisi kopi yang disediakan oleh warga desa untuk diminum secara bersama-sama oleh wisatawan secara gratis.
Selain suguhan kopi, secara swadaya warga juga menyuguhkan aneka makanan khas pedesaan lainnya seperti pisang kukus, kucur hingga ketupat lepet untuk dimakan sembari meminum kopi di depan rumah warga.

M. Yanuarta Bramuda, Kadisbudpar Banyuwangi, menjelaskan, jalanan desa pada festival ini ditutup total, seluruh warga mengeluarkan kursi dan mejanya agar masyarakat yang datang bisa duduk santai menikmati hidangan yang disediakan sembari menikmati musik tradisional "gedoghan" yang dimainkan oleh wanita sepuh desa.

"Bagi wisatawan yang tak kebagian kopi dan tempat duduk tak perlu kawatir, pihak panitia festival telah menyediakan mini bar kopi yang menyuguhkan kopi siap minum untuk dibagikan secara gratis," jelas M. Yanuarta Bramuda.

Memeriahkan acara sembari menikmati kopi, wisatawan juga disuguhkan alunan musik dari musisi jazz patrol yang menyanyikan beberapa lagu-lagu daerah.

Festival ngopi ini digelar bukan hanya sekadar untuk mengetahui tentang cita rasa kopinya saja. Melainkan untuk lebih mempererat silaturahmi antar warga dengan cara meminum kopi secara bersama sama. (yos)

Berita Terkait

Ribuan Pengunjung Tumplek Blek di Acara Festival Sepuluh Ewu Cangkir Kopi

Emil Dardak Kunjungi Festival Kopi Blitar 2018

300 Peserta, Ikuti Lomba Sangrai Kopi Luwak Juara Dunia

Ajang Promosi, Situbondo Gelar Festival Kopi Luwak Juara Dunia
Berita Terpopuler
Diduga Terobos Traffic Light, Beat Tabrak Vega
Peristiwa  5 jam

SMKN 4 Madiun Siapkan APD Pesanan Pemprov Jatim
Pendidikan  5 jam

Baru Bebas Lantaran Progam Asimilasi, Residivis Dihajar Warga Usai Kepergok Cur...selanjutnya
Peristiwa  3 jam

Dampak Covid-19 Ratusan Napi Lapas Kediri Dibebaskan
Peristiwa  5 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber