Berita Terbaru :
Hari Pertama Masuk Kerja, ASN dan Jurnalis Jalani Rapid Test
Rumah Makan Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Pandemi Covid 19 Ternyata Berdampak Pada Penjual Janur dan Ketupat
Polsek Sukolilo Pantau Pengamanan Perumahan Terapkan Protap Covid 19
Usaha Jasa Sablon Kaos Kebanjiran Order di Tengah Pandemi Covid 19
Rayakan Lebaran di Rusunawa, Walikota Bawakan Opor Ayam dan Lontong Ketupat Untuk Pasien Karantina
Akses Eks Lokalisasi Dadapan Sumberejo Ditutup Portal
Sekolah Shift Untuk Redakan Kejenuhan Siswa
Kasus Covid-19 Surabaya, Diprediksi Segera Mencapai Puncaknya
   

Balita Miskin Terserang Penyakit Hidrosefalus
Kesehatan  Selasa, 15-10-2019 | 14:56 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Berita Video : Balita Miskin Terserang Penyakit Hidrosefalus
Nganjuk pojokpitu.com, Seorang balita di Nganjuk lahir dalam kondisi kurang beruntung, balita yang kini berumur 10 bulan ini mengidap sakit hidrosefalus. Meski sudah diobatkan ke rumah sakit, namun kepala bayi malah kian membesar.

Kondisi ekonomi orangtua yang pas-pasan, tak mampu mengobatkan secara maksimal sang buah hatinya. Ia berharap ada uluran dermawan yang sudi membantu.

Muhamad Dwi Arjuna yang baru berumur 10 bulan ini lahir dalam kondisi yang kurang beruntung, sejak 9 bulan dalam kandungan, anak pasangan Katimin dan Malikah, warga Desa Tirtobinangun Kecamatan Patinrowo ini sudah divonis oleh dokter memiliki kelainan di bagian kepalanya.

Saat lahir hidrosefalus itu tak nampak, namun pasca dioperasi di Rumah Sakit Umum Dokter Sutomo Surabaya dengan biaya kartu KIS. Kepala Arjuna malah kian lama kian membesar, hingga dua kali dioperasi kepala bayi belum juga ada tanda mengecil.

Beruntung seluruh baiaya pengobatan ditanggung oleh pemerintah dengan program KIS, namun ia mengeluh dengan biaya transportasi dan biaya hidup selama di Rumah Sakit Surabaya yang butuh biaya besar. Sementara pekerjaan Kasimin sebagai penjual roti keliling, tak mempu mencukupi kebutuhan hidup apalagi pengobatan sang buah hati.

Sementara, Bambang Gatot, salah satu komunitas sosial,  menjenguk Arjuna dan memberikan motivasi, serta mendorong pemerintah agar bisa memerikan perhatin lebih kepada warga yang kurang mampu. 

"Tak hanya dengan kartu KIS saja, melainkan bentuan finansial lain guna memperlancar proses pengobatan Arjuna hingga sembuh," ujar Bambang Gatot.

Ia dan keluarga arjuna berhadap ada sentuhan bantuan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupaun para dermawan guna kesembuhan arjuna. (yos/vd:yan)

Berita Terkait

Balita Hidrosefalus Dievakuasi Ke RSUD Nganjuk

Balita Hidrosefalus Dapat Bantuan Kesehatan

Balita Miskin Hydrosifalus Butuh Bantuan

Menjaga Kebersihan Bisa Cegah Bayi Lahir Hidrosefalus
Berita Terpopuler
Kasus Covid-19 Surabaya, Diprediksi Segera Mencapai Puncaknya
Covid-19  8 jam

Sekolah Shift Untuk Redakan Kejenuhan Siswa
Pendidikan  7 jam

Akses Eks Lokalisasi Dadapan Sumberejo Ditutup Portal
Peristiwa  6 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber