Berita Terbaru :
21 Pasien Covid 19 Asal Lumajang Dinyatakan Sembuh
Data Hari Ini Pasien Covid 19 Bertambah 557 Orang
Empat Pasien Reaktif Dijemput Jalani Isolasi
Hasil Rapidtest 815 Karyawan Pabrik Rokok Madiun Non Reaktif
Bupati Kunjungi 8 Orang Yang Dikarantina Karena Mudik
Ratusan Pedagang di 3 Pasar Bojonegoro Ikut Rapid Test
Tambang Batu Kapur Runtuh, Alat Tambang Rusak Tertimbun
Optimalkan Laboratorium, Surabaya Tak Perlu Mobil Tes PCR
Kasus Covid 19 di Jatim Capai 4.409 Orang
PMI Kirim Bantuan Ventilator ke RS Muhammadiyah Lumajang
Manfaatkan Mobile PCR, Ratusan Petugas Medis dan Masyarakat Tulungagung Diuji Swab
Doni Monardo : Mobil PCR Untuk Provinsi Jatim, Namun Khusus Untuk Kota Surabaya
Memang, Test PCR Lebih Akurat Dibandingkan Rapid Test
Pemprov Bantah Bantuan Mobil PCR Dari BNPB Khusus Kota Surabaya
Penyakit GERD Sering Muncul Setelah Lebaran, Apa Penyebabnya?
   

Diduga Dokter Palsu Lakukan Tindakan Medis, Akibatkan Pasien Meninggal Dunia
Peristiwa  Kamis, 17-10-2019 | 17:56 wib
Reporter : Mujianto Primadi
Sidoarjo pojokpitu.com, Seorang nenek asal Perumahan Delta Sari Kecamatan Waru Sidoarjo, semalam, meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Waru Sidoarjo. Pihak keluarga tidak terima atas kematian almarhum, karena sebelumnya almarhum ditangani oleh seorang perempuan yang mengaku sebagai dokter spesialis bedah. Namun kondisi kesehatan almarhum semakin parah dan akhirnya meningga dunia.

Kesediahan melanda saat pemakaman almarhum Mutmainah, nenek yang berusia 89 tahun, warga Perumahan Delta Sari Blok AF -28, Kecamatan Waru Sidoarjo, karena meninggalnya Mutminah dianggap kurang wajar. Keluarga besar almarhum melaporkan kejadian ini ke Polsek Waru.

Menurut pengakuan Tita (64), anak kedua dari almarhum mengatakan, meninggalnya ibunya diduga karena tindakan medis yang dilakukan oleh seorang perempuan yang bernama Lela Taher, yang mengaku sebagai seorang dokter spesialis bedah.

Lela Tahir merupakan teman dari salah satu cucu dari almarhum di Club Motor CBR yang bernama Wanda. Di komunitas itu, Lela Taher mengaku berprofesi sebagai seorang dokter spesialis bedah. Sebulan yang lalu, Wanda mengajak Lela Taher ke rumah neneknya untuk mengobati luka yang diderita oleh neneknya.

Padahal Lela Taher sebenarnya bukan seorang dokter spesialis, namun berani melakukan tindakan medis, baik mulai penyuntikan dan pemberian obat.

Kondisi kesehatan almarhum semakin menurun dan luka yang ada di bagian tubuhnya semakin parah, ditambah dengan kecurigaan terhadap Lela Taher yang setiap melakukan tindakan medis, biayanya cukup besar.

Akibat luka yang diderita semakin parah dan menjalar ke seluruh tubuh, akhirnya almarhum meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga.

Atas laporan dari pihak keluarga almarhum, polisi belum bisa menindak kepada Lela Taher, karena masih mengumpulkan alat bukti untuk bisa menjerat Lela Taher.(end)

Berita Terkait

Diduga Dokter Palsu Lakukan Tindakan Medis, Akibatkan Pasien Meninggal Dunia

Viral Suster Suntik Mayat, Polda Jatim Tunggu Laporan Korban

Mediasi Gagal, Korban Pasien Malpraktek Enggan Bertemu Dokter Moestijab

Pasutri Laporkan Dokter Klinik Ferina Lakukan Malpraktek
Berita Terpopuler
Golkar Ingatkan Walikota Surabaya Jangan Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19...selanjutnya
Metropolis  7 jam

19 Kampung Tangguh Covid-19 Diresmikan Bertahap di Tulungagung
Peristiwa  16 jam

Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
Peristiwa  14 jam

Doni Monardo : Mobil PCR Untuk Provinsi Jatim, Namun Khusus Untuk Kota Surabaya
Politik  5 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber