Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Kesehatan 

Distribusi Obat Ditutup, Tunggakan BPJS Capai Rp 11 Miliar Lebih
Jum'at, 18-10-2019 | 03:20 wib
Oleh : Wildan Lipu Prasasti
Sumenep pojokpitu.com, Pendistribusian obat untuk pasien BPJS di RSUD Moh Anwar Kabupaten Sumenep, terpaksa ditutup. Hal ini disebabkan tunggakan BPJS sejak dari bulan Februari 2019 hingga sekarang belum terbayarkan.

Menurut Erliyanti Dirut RSUD dr Moh Anwar Sumenep, tunggakan BPJS pada rumah sakit menjadi permasalahan yang sangat meresahkan. Hingga sekarang sudah mencapai Rp 11 miliyar lebih yang belum terbayarkan. Sehingga berdampak pada penutupan pendistribusian obat untuk pasien BPJS.

"Tunggakan sejak bulan Februari, hingga sekarang sampai mencapai Rp 11 miliyar yang sudah punya FKP dan jatuh tempo, dan angka tersebut belum terhitung pada potensi claim atau bulan sisanya yang masih proses ferivikasi," kata Erliyanti.

Akibat tunggakan itu, managemen mengaku kesulitan uang oprasional. Pihak rumah sakit  terpaksa menutup pendistribusian obat BPJS sebelum dilunasi terlebih dahulu.

Sementara untuk pelayanan kesehatan pasien BPJS tetap berjalan. Pihak rumah sakit terpaksa  menyiapkan dana talangan pembayaran atau menebus obat-obat. Besarnya pembayaran yang ditanggung pihak RSUD dr Moh. Anwar Sumenep, setiap bulan mencapai Rp 2,2 miliyar. Sedangkan tagihan klaim BPJS setiap bulan sekitar Rp 3,5 miliyar. (pul)

Berita Terkait


Tunggakan BPJS Selangit, Kemenkes Minta Optimalkan Puskesmas

Distribusi Obat Ditutup, Tunggakan BPJS Capai Rp 11 Miliar Lebih

Tunggakan Utang BPJS Capai Rp 724 Miliar


DBHCT Tutupi Tunggakan BPJS Kesehatan Sumenep

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber