Berita Terbaru :
   

Polisi Tidak Bisa Memeriksa Korban, Karena Kondisinya Belum Stabil
Metropolis  Sabtu, 19-10-2019 | 11:09 wib
Reporter : Bagus Setiawan
Surabaya pojokpitu.com, Pasca tertangkapnya pelaku pembakar istri, polisi masih kesulitan melakukan pemeriksaan terhadap saksi utama, yaitu korban. Kondisi korban yang belum stabil, menjadi faktor bagi penyidik untuk bisa mencari keterangan terkait kasus tersebut, karena harus menunggu perkembangan korban hingga 5 hari ke depan.

Hal ini disampaikan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, menyoal perkembangan penyelidikan kasus KDRT yang memicu pembakaran istri sendiri di Ketintang Baru Surabaya, pasca tertangkapnya Maspuryanto, pelaku pembakaran.

Menurutnya, saat ini penyidik merasa kesulitan untuk memeriksa saksi utama, yakni korban sekaligus istri tersangka, Putri Narulita (19), karena kondisinya belum stabil untuk dimintai keterangan terkait kasus tersebut.

Kepolisian masih menunggu rekomendasi tim dokter yang menangani korban. "Dari koordinasi dengan pihak Rumah Sakit Dokter Soetomo Surabaya, korban baru bisa diperiksa atau dimintai keterangan 4 sampai 5 hari ke depan, melihat kondisinya saat ini yang tidak memungkinkan," kata AKBP Sudamiran.

Diberitakan sebelumnya, suami atau tersangka pembakaran, Maspuryanto berhasil ditangkap Rabu malam, di daerah Lasem Rembang Jawa Tengah, saat menaiki bus menuju Pati. Sementara akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal KDRT dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.(end)

Berita Terkait

Korban Putri Dibakar Usai Minta Cerai

Kondisi Korban Istri Dibakar Suami Siap Diperiksa Polisi

Polisi Tidak Bisa Memeriksa Korban, Karena Kondisinya Belum Stabil

Kondisi Istri Korban Pembakaran Suami Mulai Membaik
Berita Terpopuler


Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber