Berita Terbaru :
Dua Warga Blitar Tewas Usai Pesta Miras
Dilaporkan Pencemaran Nama Baik di Polrestabes Surabaya, Uci Flowdea Datangi Polda Jatim
Angka Positif Covid 19 Jatim Tembus 14 Ribu Orang
Evakuasi Jasad Pendaki Lawu, Lewat Jawa Tengah
Warga Suku Tengger Gelar Perayaan Hari Raya Yadnya Kasada
Ngopi Sambil Keliling Kota Dengan Bus Coffe
Satu Desa di Ponorogo Di-Lockdown, Puluhan Warga Diisolasi
Awali Musim Panen Padi, Tradisi Metil Digelar Warga Munggut Madiun
KPU Ponorogo Dapat Gelontoran Dana Rp 5,9 Milyar Untuk APD Covid 19
Pandemi Covid-19, Penghoby Aquascape Meningkat
Spesialis Pencuri HP dan Penadah Diringkus Polisi Magetan
Polisi Tangkap Pencuri Spesialis Kotak Amal Masjid Antar Kota
Wastafel Mobile Polres Bangkalan Siap Layani Masyarakat
Para Bakal Calon Berebut Suara Warga NU di Pilkada Sumenep
Musim Panen Harga Bawang Merah Anjlok Drastis
   

Sensasi Kopi Dengan Taburan Bunga Mawar
Icip - Icip  Kamis, 24-10-2019 | 10:16 wib
Reporter : Selvy Wang
Warna cokelat berpadu dengan semburat merah muda menjadi ciri khas dari kopi. Di atasnya, ada taburan bubuk mawar kering dan beberapa butir mawar kering yang masih dalam keadaan kuncup. Foto Aris Rohmatulloh
Surabaya pojokpitu.com, Ingin mencicipi kopi dengan rasa berbeda ? Kalau iya, maka kopi mawar bisa menjadi pertimbangkan. Sajian itu bisa ditemui di Kopi Tuya, Royal Plaza Surabaya.

Menurut Edward Anton, owner Kopi Tuya Surabaya, Kopi mawar atau kopi rose ingin menghadirkan sesuatu yang unik, Warna merah muda dihasilkan dari pewarna alami dari beetroot, sayuran berumbi keunguan yang tinggi serat.

"Kami memakai pewarna alami yang baik untuk kesehatan dan aman dikonsumsi," kata Edward.

Lanjutnya, mawar mengandung antioksidan yang baik bagi tubuh. Aroma dan rasanya yang khas, membuat tubuh menjadi lebih rileks.

Untuk membuatnya diperlukan waktu lima sampai sepuluh menit. Cara membuatnya, campur espresso, sirup mawar, dan susu UHT. Kemudian gula cair sesuai selera. Langkah selanjutnya menaburkan bubuk merah yang berasal dari mawar kering yang sudah dihancurkan.

Terakhir, tinggal menaburkan beberapa mawar kering yang masih kuncup.

"Kami pilih yang masih kuncup agar lebih mudah dikonsumsi. Kalau pakai kelopaknya kan agak susah," tambah Edward.

Sajian menu kopi mawar, ungkapnya, digemari masyarakat khususnya para wanita. Biasanya mereka ingin minum kopi dengan kandungan espresso yang tidak terrlu banyak.  Untuk menjaga aroma dan cita rasa kopi, Edward mengaku melakukan penggilingan setiap hari. (pul)

Berita Terkait

Efek Samping Minum Kopi tanpa Kafein untuk Kesehatan

Jangan Minum Kopi Saat Perut Kosong, ini 5 Dampaknya

Bank Bukopin Gresik Serahkan Sembako Untuk Korban Terdampak Corona

Keren, Mesin Kopi Ini Berkonsep Mesin Formula F1
Berita Terpopuler
Musim Panen Harga Bawang Merah Anjlok Drastis
Ekonomi Dan Bisnis  12 jam

Satu Desa di Ponorogo Di-Lockdown, Puluhan Warga Diisolasi
Peristiwa  4 jam

Spesialis Pencuri HP dan Penadah Diringkus Polisi Magetan
Peristiwa  8 jam

Para Bakal Calon Berebut Suara Warga NU di Pilkada Sumenep
Pilkada  11 jam



Cuplikan Berita
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Pojok Pitu

Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Pojok Pitu

Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Jatim Awan

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber