Berita Terbaru :
Dinas PUPR Dapat Suntikan DID Lagi Rp 9,2 Miliar
KPU Jatim Hanya Tetapkan 40 Pasangan Calon
Kasus Covid Bertambah, Pemkab Aktifkan Kembali Ruang Isolasi Desa
Oknum Anggota DPRD Bojonegoro Dilaporkan Istri Terkait Dugaan KDRT
Gara - Gara Jalan Rusak, Truk Terguling di Jalan Kepatihan
4600 Ton Beras Disalurkan Untuk Bantuan Sosial Selama 3 Bulan
Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Bangun Sinergitas, TNI Polri Latihan Menembak Bersama
Agar Mudah Diterima, Edukasi Masker Pakai Tokoh Kartun Batman
Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
KPU Sidoarjo Seleksi 127 Calon Relawan Demokrasi
Musim Panen Harga Bawang Merah Anjlok Drastis, Terdampak Merebaknya Covid-19
Pemkab Akan Undang Investor Dirkan Pabrik Rokok di Ngawi
Pemaparan Sosialisasi Perbawaslu Dimusim Pandemi Dihadapan Seluruh Petugas PPK
   

Polda Jatim Sita Ribuan Kosmetik Ilegal Berbahaya
Metropolis  Kamis, 24-10-2019 | 16:40 wib
Reporter : Ainul Khilmiah
Surabaya pojokpitu.com, Ditreskrimsus Polda Jawa Timur berhasil menyita ribuan kosmetik ilegal tanpa ijin edar, yang ditemukan mengandung bahan kimia berbahaya. Dari penjualan kosmetik yang diedarkan di seluruh wilayah Jawa Timur ini, pemilik berhasil meraup omset senilai Rp 1,6 milyar per bulan.

Ribuan kosmetik ilegal bermerk KLT ini, berhasil disita polisi dari PT. Glad Skincare yang berlokasi di Babatan, Menganti, Surabaya. Dari hasil penjualan krim ilegal tersebut, pemilik yang berinisial MM yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, berhasil meraup omset hingga Rp 1,6 milyar per bulan.

"Ribuan kosmetik ini terdiri dari berbagai jenis, beberapa di antaranya krim pagi, krim malam, toner, hand body, dan sabun. Tersangka memperjualbelikan kosmetik tersebut sejak tahun 2017 di seluruh wilayah di Jawa Timur tanpa dilengkapi ijin edar  baik secara langsung maupun melalui online," tutur Kompol Suryono - Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Jawa Timur.

"Perusahaannya pun diketahui tidak terdaftar secara resmi. Setelah diperiksa melalui tes laboratorium, petugas juga menemukan kandungan bahan kimia berbahaya dalam kosmetik yang dijualnya, yakni mercury dan hidroquinone," tambahnya.

"Dalam kesehatan, mercury dan hidroquinone termasuk dalam bahan kimia berbahaya yang bersifat karsinogenik. Bahan kimia tersebut, dilarang untuk ditambahkan ke dalam kosmetik, karena meski dapat membuat kulit menjadi putih, namun dalam jangka panjang, mercury dapat memicu kanker kulit," kata Siti Amanah, Kabid Penindakan BPOM Surabaya.

Atas kasus tersebut, tersangka dijerat pasal 196 dan 197 Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1,5 milyar. Untuk menghindari penggunaan kosmetik-kosmetik berbahaya yang banyak beredar, masyarakat diminta lebih berhati-hati untuk membeli kosmetik, khususnya yang dijual lewat online.(end)

Berita Terkait

Selama 11 Bulan, 96 Kosmetik Ilegal Masuk Indonesia

Polda Jatim Sita Ribuan Kosmetik Ilegal Berbahaya

Ratusan Botol Kosmetik Ilegal Berbagai Merek Terkenal Disita Polisi

BBPOM Musnahkan Obat dan Kosmetik Ilegal Senilai Rp 5 Miliar
Berita Terpopuler
Kasek dan Guru SMAN 2 Ngawi Terpapar Covid-19
Covid-19  12 jam

Krisis Air Bersih,Warga Berebut Air Bantuan Pemkab
Peristiwa  14 jam

Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
Metropolis  6 jam

Bupati Novi Kembali Digugat 15 Miliar Atas Dugaan Penyerobotan Tanah Warga
Hukum  13 jam



Cuplikan Berita
Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Jatim Awan

Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber