Berita Terbaru :
Imun Rentan, Ratusan Ibu Hamil Di-Swab
Satlantas Ponorogo Cari Warga Miskin dan Bagikan Sembako
3 Bus Pekerja Pabrik Salem Situbondo Terjaring Operasi Patuh
Dikbud Larang Guru-Guru Bepergian Ke Luar Kota
Pasien Covid-19 Klaster Pabrik Salem Meningkat, Gugus Tugas Persiapkan Ruang Isolasi Tambahan
Bayar Palawija Ratusan Juta Dengan Cek Kosong, Pasutri Siri Ini Mendekam di Sel Tahanan
Susah Jaringan Internet, Polsek Galis Fasilitasi Siswa Belajar Daring
Residivis Narkoba Ditangkap di Tengah Sawah
Gelar Pelatihan TOT, Pos Gabungan Siapkan Relawan Pencegahan Covid-19
Penghuni Sel Polres Lamongan Lakukan Rapid Tes
Perempuan Pegawai Bank Terkonfirmasi Positif Covid-19
39.182 Pengangguran Baru di Bojonegoro Selama Pandemi Covid-19
Diduga Terinveksi Covid-19, Pria Paruh Baya Mati Mendadak Didalam Angkot
Ketua DPRD Ngawi Minta KPU-Bawaslu Fokus Peningkatan Partisipasi Pemilih
Pelaku Curanmor 14 TKP Ditangkap Polisi, Motor Curian Dijual ke Penadah di Madura
   

Diterjang Gelombang Tinggi, Belasan Warung Makan Rusak
Tapal Kuda Dan Madura  Rabu, 30-10-2019 | 21:16 wib
Reporter : Achmad Arif
Petugas BPBD Kabupaten Lumajang mengimbau kepada warga untuk tidak melakukan aktifitas di tepi pantai. karena gelombang tinggi masih berpotensi terjadi. Foto Achmad Arif
Lumajang pojokpitu.com, Gelombang tinggi menejang pantai selatan Dusun Dampar, Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Lumajang. Akibatnya, belasan bangunan warung makan yang berada di tepi pantai rusak.

Bahkan, bangunan semi permanen warung  rumah tak bisa ditempati lagi, karena luluh lantah, dan sejumlah perabotan dapur hanyut. Gelombang setinggi 4 meter di Pantai Dampar sudah terjadi sejak 3 hari lalu. Warga Amirudin mulai cemas, karena debit air laut tak kunjung surut.

BPBD Kabupaten Lumajang mengimbau kepada warga sekitar, untuk tidak melakukan aktifitas di tepi pantai. Karena prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika masih berpotensi terjadi gelombang tinggi.

Karena gelombang tinggi masih terjadi, sejumlah pemilik warung makan yang selamat memilih untuk tutup sementara. Warga hanya bisa pasrah, dan berharap gelombang tinggi kembali reda, sehingga warga nelayan bisa beraktifitas seperti biasanya. (pul)

Berita Terkait

Gelombang Pasang Malah Jadi Tempat Wisata

Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang

Fenomena Gelombang Tinggi Terjang Perairan Pacitan

Diterjang Gelombang Tinggi, Belasan Warung Makan Rusak
Berita Terpopuler
Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Tebu
Peristiwa  5 jam

Musda,Toufik Kembali Nahkodai Golkar Ponorogo
Pilkada  16 jam

Perusahaan Properti di Indonesia yang Mengutamakan Kepuasan Konsumen
Peristiwa  18 jam

Warga Ngawi Temukan Mortir Aktif di Aliran Sungai Bengawan
Peristiwa  9 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber