Berita Terbaru :
Razia Masker, Petugas Temukan Pengendara Tak Memakai Masker
Jadwal Baru MotoGP 2020 Diharapkan Rampung Sebelum Akhir Juli
Dengan Protokol Ketat Santri Ponpes Zainal Hasan Genggong Kembali ke Pesantren
Karaoke Nekat Beroperasi Di Tengah Pendemi Covid-19, 7 Orang Diamankan
Belajar di Rumah Hingga Batas Waktu Tak Tertentu
Penjual Perlengkapan dan Oleh-Oleh Haji Terancam Rugi Puluhan Juta
TNI Polri Salurkan Puluhan Ton Beras Terhadap Warga yang Luput Bantuan Pemerintah
Sedikitnya 3 Wisata Kota Batu Akan Dibuka
   

Berharap Turun Hujan, Warga Pamekasan Lakukan Tradisi Okol
Rehat  Minggu, 03-11-2019 | 01:18 wib
Reporter : Moh. Hasan
Pamekasan pojokpitu.com, Musim kemaru berkepanjangan yang masih melanda Pulau Madura, membuat warga Desa Akkor, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menggelar tradisi gulat tradisional khas madura atau yang biasa disebut okol, yakni upacara adat untuk mengharapkan turun hujan.

Kemarau yang berkepanjangan menyebabkan warga Kecamatan Palengaan dan sekitarnya, kekurangan air bersih. Hal tersebut membuat warga berharap hujan dan tidak kesulitan untuk mendapatkan air, sehingga mereka menggelar tradisi okol.
 
Bertempat di sebuah lahan kering di Desa Akkor, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Madura Jawa Timur. Ratusan warga dari 7 kecamatan di Pamekasan, berkumpul untuk menggelar tradisi okol untuk mengharap turunnya hujan.
 
Dalam ritual upacara adat minta hujan ini, nantinya akan ada dua orang petarung, untuk bergulat, dengan dipimpin oleh dua orang wasit atau yang biasa disebut buto.
 
Buto juga bertugas menyeleksi masing-masing pemain okol, yaitu dengan menghadapkan dua petarung terpilih, dan jika antar petarung sudah dianggap seimbang maka pertarungan dimulai.
 
Zainal Abidin, panitia, mengatakan, pertarungan okol hampir mirip dengan olah raga gulat, dimana para pemain saling mengadu kekuatan untuk menjatuhkan lawan. 

"Petarung dinyatakan kalah jika salah satu petarung terjatuh dengan punggung menyentuh tanah, sementara petarung yang berhasil menjatuhkan lawannya dinyatakan menang," kata Zainal Abidin. 
 
Dengan pertarungan okol ini, para petarung dan warga berharap hujan akan turun deras, seperti derasnya keringat para petarung.
 
Kedua pemain okol baik yang menang maupun yang kalah mendapatkan hadiah, yang menang mendapatkan hadiah sebuah kaos dan air mineral. Sedangkan yang kalah hanya mendapatkan hadiah satu bungkus rokok dan air mineral. (yos)

Berita Terkait

Tradisi Pariopo Hodo Dipercaya Dapat Menurunkan Hujan

Berharap Turun Hujan, Warga Pamekasan Lakukan Tradisi Okol

Adu Pecut, Tradisi Tiban Ritual Minta Hujan Warga Banyuwangi

Berharap Segera Turun Hujan, Warga Ritual Dengan Cara Menggelar Tari Tarian
Berita Terpopuler
Sedikitnya 3 Wisata Kota Batu Akan Dibuka
Mlaku - Mlaku  8 jam

Belajar di Rumah Hingga Batas Waktu Tak Tertentu
Pendidikan  5 jam

Karaoke Nekat Beroperasi Di Tengah Pendemi Covid-19, 7 Orang Diamankan
Peristiwa  4 jam

TNI Polri Salurkan Puluhan Ton Beras Terhadap Warga yang Luput Bantuan Pemerinta...selanjutnya
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber