Berita Terbaru :
Kini Bisa Ngemal Sambil Melakukan Tes Rapid-PCR Swab
Bebas Zona Merah, Dinas Pendidikan Jatim Akan Tambah Sekolah Tatap Muka
Tolak UU Cipta Kerja, Demo Ribuan Buruh Macetkan Perempatan Rajabali
Sejumlah Perkantoran dan Toko Tutup, Massa Aksi Berkumpul di Jalan Basuki Rahmat Menuju Grahadi
Viral, Aksi Patriotik Abang Becak Mengganti Bendera Rusak Dengan Baru Dari Hasil Urunan Sendiri
BNNP Musnahkan 11 Kilogram Barang Bukti Sabu
Pemkot Surabaya Gelar Deklarasi Jogo Suroboyo Damai
Abaikan Prokes, Ratusan Pelaku UMKM Berdesakan Ambil Formulir Bantuan Presiden
Gelar Aksi Demo, Puluhan Mahasiswa Blokir Jalur Pantura
Curi Emas Senilai Rp 128 Juta, Dua Pencuri Diringkus Polisi
Susur Sungai, Bupati Temukan Sampah Popok Bayi Potensi Mencemari
Polisi Gelar Rekontruksi Kasus Pengeroyokan Berujung Kematian
Derita Bocah 5 Tahun, Setelah Kaki Kanannya Harus Diamputasi
Pasca Kiyai Kampung Tarik Dukungan, Wakil Ketua Pemenangan Kelana Angkat Bicara
Warga Dihebohkan Penemuan Kerangka Manusia di Lahan Pohon Jati
   

Korban Bully dan Kekerasan Siswa SMP Takut Masuk Sekolah
Pendidikan  Senin, 04-11-2019 | 19:00 wib
Reporter : Mohammad Asrofi, Imron Danu
Blitar pojokpitu.com, Seorang siswa kelas satu SMP di Kabupaten Blitar, menjadi korban bullying oleh teman-temanya, dengan cara ditendang dan dipukul hingga mengakibatkan pinsan sebanyak enam kali. Karena mendapatkan ancaman yang sama, kini korban takut masuk sekolah.

Siswa berinisial TYA kelas satu SMP ini kini takut untuk masuk ke sekolah lantaran trauma akibat aksi kekerasan dan bully oleh temanya. Korban mengaku sudah enam kali, hingga mengalami pingsan usai ditendang dadanya, dipukul kepalanya, hingga dibenturkan ke meja.

Senin lalu bocah berusia 12 tahun tersebut kembali mengalami pingsan untuk ke enam kalinya karena kepalanya dipukul oleh teman sekelasnya. Saat pingsan, beberapa temanya mengaku mempermainkan alat kelaminya. 

Subandi , Kepala Sekolah SMP tersebut mengatakan, hari ini pihaknya bersama kepolisian, pihak sekolah dan keluarga berusaha memediasi korban dan pihak terkait. "Pihak sekolah mengaku sudah menyerahkan kasus bullying ini pada Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar," kata Subandi.

SYT orang tua korban mengatakan , karena sering dibully dan diancam temanya kini anakya merasa takut untuk pergi ke sekolah. Agar korban mau kembali masuk sekolah, keluarga terpaksa mencari sekolah baru untuk korban. (yos)

Berita Terkait

Polisi Periksa Teman dan Guru Korban Bully

Korban Bully dan Kekerasan Siswa SMP Takut Masuk Sekolah
Berita Terpopuler
Razia Kos, Petugas Ciduk 11 Pasangan Mesum yang Asik Berduaan di Kamar
Peristiwa  6 jam

Penyekatan Massa Demo di Depan Gedung DPRD
Malang Raya  7 jam

Pembelajaran Tatap Muka SMA/SMK Tergantung Izin Kepala Daerah
Pendidikan  10 jam

Jelang Unras Omnibus Law, 61 Titik Dijaga Petugas Keamanan Gabungan
Metropolis  8 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Jelang Unras Omnibus Law, 61 Titik Dijaga Petugas Keamanan Gabungan
Jatim Awan

Petani 24 Desa Terancam Kekeringan Akibat Tak Ada Saluran ke Sungai Induk
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber