Berita Terbaru :
Jadwal Baru MotoGP 2020 Diharapkan Rampung Sebelum Akhir Juli
Dengan Protokol Ketat Santri Ponpes Zainal Hasan Genggong Kembali ke Pesantren
Karaoke Nekat Beroperasi Di Tengah Pendemi Covid-19, 7 Orang Diamankan
Belajar di Rumah Hingga Batas Waktu Tak Tertentu
Penjual Perlengkapan dan Oleh-Oleh Haji Terancam Rugi Puluhan Juta
TNI Polri Salurkan Puluhan Ton Beras Terhadap Warga yang Luput Bantuan Pemerintah
Sedikitnya 3 Wisata Kota Batu Akan Dibuka
   

Usai Diperbaiki, Tanggul Bengawan Solo Kembali Retak dan Ambles
Pantura  Jum'at, 08-11-2019 | 22:06 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Seperti inilah kondisi tanggul sunggai bengawan solo di Desa Sembungrejo, Kecamatan Plumpang, Tuban. Foto: Khusni Mubarok.
Tuban pojokpitu.com, Warga di sepanjang tanggul sungai bengawan solo Kabupaten Tuban, kembali resah. Pasalnya tanggul yang baru saja diperbaiki kembali retak dan ambles, retak dan amblesnya tanggulnya ini selain karena faktor alam juga akibat dampak dari tambang pasir ilegal.

Kondisi tanggul sunggai bengawan solo di Desa Sembungrejo, Kecamatan Plumpang, Tuban. Usai diperbaiki beberapa hari lalu, tanggul yang memisahkan antara perkampungan dengan sungai bengawan solo ini kembali retak dan ambles. Tanggul yang semula retak sepanjang 150 meter, kini kembali retak dan ambles sepanjang 80 meter.

Amblesnya tanggul tersebut selain faktor alam juga akibat dari tambang pasir ilegaldisekitar lokasi. Penambangan pasir yang dilakukan secara berlebihan menyebabkan erosi. 

Untuk itu perlu kerjasama semua pihak untuk menjaga kondisi tanggul, agar tetap kokoh sehingga saat musim hujan turun, tanggul tidak jebol dan tidak menyebabkan banjir.

Atas kondisi ini warga merasa resah dan takut, pasca kejadian warga terus memantau kondisi tanggul, agar dapat mengetahui kondisi tanggul yang masih labil itu.

Danarji, warga sekitar tanggul, mengatakan, selain itu, warga bersama petugas balai besar Bengawan Solo dan BPBD Tuban kembali gotong royong. 
Mereka kembali melakukan pengurukan secara swadaya, serta meninggikan tanggul, dengan mengisi karung dengan tanah. "Karung ini selanjutnya akan disusun setinggi satu meter diatas tanah urukan pedel, yang telah dipadatkan," kata Danarji.

Hamim Toha, Kepala BBWS 4 Bojonegoro, mengatakan, untuk mempercepat pemadatan, pihaknya menggali titik retak sepanjang 80 meter, serta memasang trucuk dari bambu dan anyaman bambu, di pasang di dasar sebagai penguat.  "Setelah itu baru akan dipadatkan dengan diisi tanah pedel," kata Hamim Toha.

Warga berharap perbaikan tanggul yang retak ini, segera selesai sebelum musim hujan turun. Pasalnya, tanggul ini menjadi langganan banjir, saat debit air sungai bengawan solo naik. (yos)

Berita Terkait

Tanggul Sungai Jeroan Ambrol Gerus Bangunan Rumah Warga

Bupati Tuban Ajukan Pembangunan Tanggul Longsor Dipercepat

Tanggul Sungai Piring Ambles

Tanggul Anak Bengawan Solo Longsor Sepanjang 24 Meter Resahkan Warga
Berita Terpopuler
Sedikitnya 3 Wisata Kota Batu Akan Dibuka
Mlaku - Mlaku  6 jam

Belajar di Rumah Hingga Batas Waktu Tak Tertentu
Pendidikan  3 jam

Karaoke Nekat Beroperasi Di Tengah Pendemi Covid-19, 7 Orang Diamankan
Peristiwa  2 jam

TNI Polri Salurkan Puluhan Ton Beras Terhadap Warga yang Luput Bantuan Pemerinta...selanjutnya
Peristiwa  6 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber