Berita Terbaru :
Persiapan PPDB SMP Tahun Ajaran 2020-2021
Hanyut 24 Jam Di Laut, Nelayan Ditemukan Selamat
Pendeta Diadili, Hakim Lanjutkan ke Pembuktian
Wakil Walikota Surabaya Pastikan Dirinya Baik-Baik
38 Orang Kembali Dipulangkan Dari Asrama Haji Surabaya
Antisipasi Klaster Baru Penyebaran Covid-19, Polisi Bagikan Masker di Pasar Tradisional
KPU Surabaya Ajukan Tambahan Anggaran Untuk Tahapan Pilkada Di Masa Pandemi Covid-19
Terpapar Covid 19, Satu Keluarga di Gubeng Kertajaya Meninggal
Rapid Test Massal Warga Pasar Taman, 10 Orang Pertama Rapid Tes, 8 di Antaranya Reaktif
Puluhan User Perumahan di Kawasan Sukodono Tertipu Pengembang
Puluhan Mahasiswa Keperawatan dan Keluarga Korban Pembunuhan Demo Ke Pengadilan Negeri Sidoarjo
Dilarang Keluar Rumah, Seorang Warga di Ngawi Lakukan Percobaan Bunuh Diri
Belasan Pasien Covid-19 Dari Tenaga Medis dan Keluarga Dinyatakan Sembuh
Ikhlas Nabung Selama 10 Tahun, Wanita Pedagang Kue Batal Berangkat Haji
ASN Lingkungan Pemkab Jember Rapid Test Massal
   

Polisi Tetapkan Dua Tersangka SDN Gentong Ambruk
Tapal Kuda Dan Madura  Sabtu, 09-11-2019 | 13:16 wib
Reporter : Abdul Majid
Kedatangan Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan bersama rombongan di lokasi kejadian ambruknya SDN Gentong dengan didampingi Kapolres Pasuruan Kota dan Ptl Walikota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo. Foto: Abdul Majid
Pasuruan pojokpitu.com, Setelah dilakukan penyelidikan terkait ambruknya gedung SDN Gentong Kota Pasuruan mulai masuki babak baru. Dua tersangka sudah ditetapkan oleh Polda Jawa Timur.

Seperti yang disampaikan Kapolda Jawa Timur Irjen Luki Hermawan saat meninjau SDN Gentong Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan, Sabtu (9/11) pagi. Kedua tersangka ini merupakan kontraktor dan penyedia material bangunan pada proyek renovasi tahun 2012.

"Setelah dilakukan penyelidikan terkait ambruknya atap gedung SDN Gentong Kota Pasuruan, polisi sudah tetapkan dua orang tersangka," kata Irjen Luki Hermawan.

Keduanya tersangka yang diamankan merupakan dari pihak swasta, berinisial D dan S. Sementara untuk nama bendera yang digunakan oleh pihak kontraktor adalah CV ADL dan CV DHL.

"Kedua CV tersebut merupakan penyedia bahan material gedung SDN Gentong pada 2012 silam, dalam proyek renovasi bangunan," kata Irjen Luki Hermawan. 

Kedua tersangka tersebut akan dikenakan pasal 359 karena kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain. Selain itu, polisi juga akan terus kembangkan proses penyidikan begitu juga pada kasus dugaan tindak pidana korupsi. (pul)





Berita Terkait

Sekolah Ambruk, Siswa Belajar di Musholla

Dua Bulan Siswa Belajar di Mushalla, Berharap Ruang Kelas Ambruk Segera Dibangun

Dua Tersangka Penyebab SDN Samaran Ambruk Ditangkap Polisi

Ruang Kelas di SDN ini Rusak Membahayakan Siswa
Berita Terpopuler
Merasa Tidak Adil, Warga Laporkan Bupati Ke DPRD
Hukum  14 jam

Terpapar Covid 19, Satu Keluarga di Gubeng Kertajaya Meninggal
Covid-19  3 jam

Pasangan Suami Istri Tewas di Rumah Saudaranya
Peristiwa  11 jam

Penjual Beli Motor Tewas Dibondet Saat Tidur Bersama Anak dan Isrtinya
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber