Berita Terbaru :
Padat Karya Mangrove bagi Pemulihan Ekonomi Nasional
Ratusan Warga Berebut Air Bersih
48 Ruas Jalan Desa Diambil Alih Pemkab Magetan
Himpitan Ekonomi, Kasus Perceraian di Kabupaten Madiun Capai 1.635
Operasi Yustisi, Pelanggar Protokol Kesehatan Distempel
Polres Malang Luncurkan Kendaraan SKCK Keliling
LSM Yakini RSUD Tak Melakukan Mal Administrasi
Hasil Operasi, 657 Warga Tidak Bermasker Terjaring Satgas Covid 19
   

Lokasi Wisata Ini Belum Dibuka, Namun Sudah Dikenal Melalui Medsos
Mlaku - Mlaku  Senin, 11-11-2019 | 08:26 wib
Reporter : Khaerul Anwar
Wisata Alami Lembah Tumpang baru akan dibuka secara resmi tahun 2020 mendatang, berdiri diatas lahan seluas 19 hektar. Foto Anwar
Malang pojokpitu.com, Kabupaten Malang memang terkenal memiliki banyak tujuan wisata yang tersebar di beberapa kecamatan. Salah satunya Wisata Alami Lembah Tumpang. Meskipun belum diresmikan, berkat kekuatan media sosial sudah banyak pengunjung dari Malang Raya maupun luar kota penasaran dengan keindahan alamnya.

Jika memasuki kawasan Wisata Lembah Tumpang, akan langsung disuguhi sederetan patung berbagai bentuk dan nama. Semuanya sesuai dengan kerajaan jawa, dan juga ditumbuhi pohon-pohon yang rindang. Suasana pedesaan terasa di Wisata Alami Lembah Tumpang.

Untuk menuju lokasi Wisata Alami Lembah Tumpang, bisa ditempuh 30 menit dari Kota Malang. Lokasinya berada di Desa Selamet, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Meskipun belum dibuka secara resmi, pengunjung terus berdatangan setiap harinya. bahkan pada hari weekend, pengunjung bisa mencapai 1000 orang dari berbagai daerah.

Untuk masuk ke Wisata Alami Lembah Tumpang, pengunjung harus merogoh kocek Rp 50 ribu perorang untuk hari biasa, dan Rp 60 ribu per orang untuk hari libur.

Menurut Yuni Widodo, pengelola Wisata Lembah Tumpang, memang belum sempurna seutuhnya. Sebab sebagian masih dalam tahap pembangunan. Nmun sudah menyediakan berbagai wahana, seperti kolam renang sebanyak 5 kolam, flying fox, dokar keliling, serta candi buatan.

"Candi buatan dan dipenuhi dengan patung menggambarkan  tidak perlu mendatangi ke kota asal candi tersebut berada," kata Yuni.

Wisata bernuansa pedesaan dan alami dikemas menjadi wisata kerajaan jawa kuno. Berdiri di atas lahan seluas 19 hektar dan baru terpakai sekitar 5 hektar. Wisata terbesar dan terbaik di Malang Raya itu, akan terus menyuguhkan daya tarik buat masyarakat. "Setiap weekend sudah mampu membuat wisata lembah tumpang ramai kisaran 1000 pengunjung dari berbagai daerah," tambah Yuni.

Jika anda penasaran dengan wisata lembah tumpang, bisa berkunjung bersama keluarga, yang tempatnya mudah dijangkau dari Jalan Raya Tumpang. (pul)

Berita Terkait

Lokasi Wisata Ini Belum Dibuka, Namun Sudah Dikenal Melalui Medsos

Sekelompok Pemuda Sulap Aliran Sungai Menjadi Wisata Selfie
Berita Terpopuler
LSM Yakini RSUD Tak Melakukan Mal Administrasi
Peristiwa  7 jam

Hasil Operasi, 657 Warga Tidak Bermasker Terjaring Satgas Covid 19
Peristiwa  8 jam

Polres Malang Luncurkan Kendaraan SKCK Keliling
Malang Raya  6 jam

Operasi Yustisi, Pelanggar Protokol Kesehatan Distempel
Peristiwa  5 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber