Berita Terbaru :
Kebijakan Baru Pemkot Surabaya, Tidak Gunakan AC
Takut Dengan Suami, Ibu Muda Tega Buang Bayi
Sopir Truk Asal Semarang Ditemukan Meninggal di dalam Truk Saat Parkir di SPBU
Persiapan New Normal, Sekolah Lakukan Simulasi Belajar Mengajar
Forkopimda Wacanakan PSBB Hingga Lockdown Antar Kecamatan
Interplasi Dilakukan Lantaran Rekrutmen Pimpinan Bank Jatim Tak Kunjung Selesai
Dua Warga Blitar Tewas Usai Pesta Miras
Dilaporkan Pencemaran Nama Baik di Polrestabes Surabaya, Uci Flowdea Datangi Polda Jatim
Angka Positif Covid 19 Jatim Tembus 14 Ribu Orang
Evakuasi Jasad Pendaki Lawu, Lewat Jawa Tengah
Warga Suku Tengger Gelar Perayaan Hari Raya Yadnya Kasada
Ngopi Sambil Keliling Kota Dengan Bus Coffe
Satu Desa di Ponorogo Di-Lockdown, Puluhan Warga Diisolasi
Awali Musim Panen Padi, Tradisi Metil Digelar Warga Munggut Madiun
KPU Ponorogo Dapat Gelontoran Dana Rp 5,9 Milyar Untuk APD Covid 19
   

Pahlawan Sampah, Bebaskan Kampung Nelayan Kumuh Dari Sampah
Sosok  Senin, 11-11-2019 | 21:05 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Seorang ketua RT di Kabupaten Tuban, dijadikan pahlawan sampah oleh warganya. Pasalnya, ia berhasil menjadikan kampung nelayan kumuh dan berbau, menjadi kampung warna-warni dan bersih. Selain itu, ia juga berhasil memotori warga mengolah sampah plastik menjadi ecobrick, untuk membangun tanggul penahan ombak laut.

Kondisi kampung nelayan di warga Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban. Kampung yang dulunya kumuh dan berbau kini, nampak asri dan cantik. 

Disetiap sudut kampung, kita akan menemui lukisan-lukisan cantik di tembok-tembok rumah dan lingkungan yang bersih. Hal ini tak lepas dari perjuangan Joko Naratno Widodo, Ketua RT setempat.

Awalnya kampung ini dipenuhi sampah, sampah menumpuk di sungai mangunjoyo, yang berada di timur kampung ini, akibat terbawa arus sungai. Joko Naranto Widodo kemudian mengomandoi warga untuk membersihkan sampah secara rutin seminggu sekali. Sampah-sampah yang memenuhi muara sungai ini kemudian diangkat dan dikelola oleh masyarakat.

Kegiatan ini dimotori oleh Widodo sejak tahun 2014 lalu, awalnya ia dianggap tidak waras lantaran sampah sudah menggunung di sungai, dan sampah tersebut dianggap warga tidak dapat dibersihkan lantaran menumpuk dan sudh menahun. Namun, bapak dua anak itu tidak patah semangat.

Akhirnya, di akhir tahun 2015, Widodo mendapat bantuan bangunan MCK umum agar warganya tidak buang air besar dilaut. Mulai dari itu, warga mulai terketuk hatinya untuk ikut aksi bersih sampah di sungai dan laut, hingga saat ini kegiatan tersebut menjadi program mingguan warga.

Tak hanya itu, ketua RT bersama warga juga membuat lokasi intalasi pengolahan air limbah, untuk menampung seluruh limbah cair warganya. Sehingga kampung yang asalnya kumuh dan berbau kini tidak lagi, serta menjadi kampung pertama yang memiliki ipal.

Kini warga kampung tersebut turut menjalankan seluruh program yang digagas oleh pak RT Widodo itu, untuk menciptakan kampungnya bebas pencemaran sampah. Warga juga mendirikan bank sampah yang kelola ibu-ibu istri nelayan.
  
Tak hanya mengelola bank sampah, warga kini juga mengelola sampah plastik menjadi ecobrick. Ecobrick ini adalah botol bekas berisi sampah-sampah plastik, yang dimanfaatkan warga menjadi pengganti batubata untuk membangun tanggul penahan ombak.

"Dengan ecobrik ini sampah plastik akan terkurangi hingga ribuan ton dan secara bertahap kampung ini dapat bebas dari sampah. Tak hanya itu, kini warga mencairkan sampah plastik menjadi paving, yang nantinya akan digunakan untuk membangun jalan," kata Joko Nuratno Widodo.

Meski dinilai cukup berhasil, Widodo bersama warga kini terus belajar bagaimana membuat inovasi kampung dengan memanfaatkan sampah. 

Hal ini dilakukan untuk membebaskan kampung mereka dari sampah. Selain itu, juga untuk menginspirasi kampung lain agar dapat mengubah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat. (yos)

Berita Terkait

Kirab Merah Putih Untuk Pahlawan Banser Riyanto

Kenang Pahlawan, Puluhan Remaja Gelar Drama Gerbong Maut

Hari Pahlawan, Begini kegiatan Para PAUD Surabaya

Peringati Peristiwa Gerbong Maut 23 November, Ratusan Anak TK Ikuti Lomba Mewarnai Monumen
Berita Terpopuler
Evakuasi Jasad Pendaki Lawu, Lewat Jawa Tengah
Peristiwa  3 jam

Satu Desa di Ponorogo Di-Lockdown, Puluhan Warga Diisolasi
Peristiwa  6 jam

Dua Warga Blitar Tewas Usai Pesta Miras
Peristiwa  3 jam

Musim Panen Harga Bawang Merah Anjlok Drastis
Ekonomi Dan Bisnis  14 jam



Cuplikan Berita
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Pojok Pitu

Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Pojok Pitu

Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Jatim Awan

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber