Berita Terbaru :
Tujuh Pemuda Pencurian dan Kekerasan Diringkus Polsek Kepanjen
Batang Tamanan Sorgum Diolah Menjadi Minuman Sirup
Demi Pelayanan Terbaik Bagi Warga Gresik, Sambari Halim Radianto Bikin Mall Pelayanan Publik
Pengangguran Jadi Pembobol Rumah Untuk Biaya Hidup
Ratusan Massa Hadang Penjemputan Pasien Covid 19
DPUPR Klaim Proyek Sambungan Perpipaan Beda Dengan Program PDAM
Belasan Kartu Keluarga Dijadikan Bungkus Tempe
Hilang Kendali, Truk Boks Tabrak Pohon Hingga Terguling
Seorang Pria Ditemukan Tewas di Kamar Kos
Sidak Protokol Kesehatan di Pasar Hewan, Puluhan Pembeli dan Penjual Dirapid Test
Tuntut Ganti Rugi, Pemilik Kios Pasar Baru Lurug Pemkab
Satu Guru Terpapar Covid-19, SMKN 1 Bojonegoro Kembali Belajar Daring
Kenalan di Medsos, Kakek Satu Cucu Perkosa Pelajar di Rumahnya Sendiri
Mayat Laki Laki Ditemukan Disungai Dengan Beberapa Luka
Kasus Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Polri Tak Beri Izin Liga 1
   

Air Sungai Gandong Tercemar Limbah Kulit
Mataraman  Rabu, 24-06-2015 | 21:02 wib
Reporter : M. Ramzi
Air Sungai Gandong yang tampak keruh dan berbusa tercemar limbah pabrik kulit. foto: ramzi
pojokpitu.com, Masyarakat Magetan, yang tinggal dekat aliran sungai Gandong, tidak bisa menikmati air bersih yang mengalir. Pasalnya, dalam beberapa hari terahir ini, air sungai tersebut tercemar limbah pabrik pengolahan kulit. Kondisi air menjadi keruh, berbusa dan menimbulkan bau tidak sedap.

Beginilah kondisi air di sungai Gandong Magetan dalam beberapa hari terahir ini. Air menjadi keruh,dan berbusa. Selain itu, air juga menimbulkan bau yang tidak sedap. Kondisi ini disebabkan karena, air sudah tercemar limbah pabrik pengolahan kulit, yang tempatnya tidak jauh dari lokasi kali Gandong.

Diduga, instalasi pengelolaan air limbah, (IPAL) tidak maksimal, sehingga masih ada limbah yang  bocor, dan mengalir ke kali Gandong. Kondisi ini, sangat disayangkan semua pihak. termasuk badan lingkungan hidup (BLH) Magetan, yang sudah berkali-kali melayangkan teguran secara tertulis terhadap pabrik tersebut.

Menurut kepala BLH Magetan, Bambang Setiawan, seharusnya, air sungai Gandong tetap bersih seperti semula. Karena selain digunakan warga, air tersebut juga dimanfaatkan pabrik gula di Magetan.

Sesuai undang-undang nomer 32 tahun 2009,tentang pengelolaan lingkungan hidup, pihak yang menyebabkan pencemaran air bisa dikenakan sanksi, mulai sanksi administratif, hingga pencabutan izin lingkungan.

Sebelumnya, pencemaran lingkungan termasuk di pencemaran air kali Gandong, mendapat kritik pedas dari kalangan seniman muda Magetan. Mereka memasang topeng raksasa, dengan menggunakan masker di seputar jembatan kali Gandong. Namun kritikan ini tidak mempunyai efek yang positif. Pencemaran lingkungan, termasuk air masih menjadi sebuah kebiasaaan dan  tidak dianggap ancaman. (tur)





Berita Terkait

Viral Sungai Terdampak Limbah Parbik, Seperti Salju Turun Dari Langit

Air Sungai Bungkuk Tercemar Pencucian Pasir

Air Sungai Gandong Tercemar Limbah Kulit
Berita Terpopuler
Laka Lantas Truk Lpg, Honda Jazz dan 2 Sepeda Motor, 1 Meninggal
Peristiwa  9 jam

Mayat Laki Laki Ditemukan Disungai Dengan Beberapa Luka
Peristiwa  7 jam

Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Peristiwa  20 jam

Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Peristiwa  11 jam



Cuplikan Berita
Mobil Wuling Ludes Terbakar di Tol Gempol-Pandaan
Pojok Pitu

Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber