Berita Terbaru :
Polemik Rp 200 Milyar, Bawaslu Panggil Pelapor dan Terlapor
Produksi Gula Pg Semboro Lampaui Target Tahun 2020
Serangan Hama Burung Jelang Panen, Petani Padi Resah
Pemkab Bojonegoro Gelar Screaning Swab Tcm
Pengunjung dan Pengelolan THM Jalani Rapid Test
Masalah Ekonomi Menjadi Pemicu Perceraian di Tengah Pandemi
Komunitas Pecinta Kopi Bagikan 1000 Gelas Kopi Gratis
   

Air Sungai Gandong Tercemar Limbah Kulit
Mataraman  Rabu, 24-06-2015 | 21:02 wib
Reporter : M. Ramzi
Air Sungai Gandong yang tampak keruh dan berbusa tercemar limbah pabrik kulit. foto: ramzi
pojokpitu.com, Masyarakat Magetan, yang tinggal dekat aliran sungai Gandong, tidak bisa menikmati air bersih yang mengalir. Pasalnya, dalam beberapa hari terahir ini, air sungai tersebut tercemar limbah pabrik pengolahan kulit. Kondisi air menjadi keruh, berbusa dan menimbulkan bau tidak sedap.

Beginilah kondisi air di sungai Gandong Magetan dalam beberapa hari terahir ini. Air menjadi keruh,dan berbusa. Selain itu, air juga menimbulkan bau yang tidak sedap. Kondisi ini disebabkan karena, air sudah tercemar limbah pabrik pengolahan kulit, yang tempatnya tidak jauh dari lokasi kali Gandong.

Diduga, instalasi pengelolaan air limbah, (IPAL) tidak maksimal, sehingga masih ada limbah yang  bocor, dan mengalir ke kali Gandong. Kondisi ini, sangat disayangkan semua pihak. termasuk badan lingkungan hidup (BLH) Magetan, yang sudah berkali-kali melayangkan teguran secara tertulis terhadap pabrik tersebut.

Menurut kepala BLH Magetan, Bambang Setiawan, seharusnya, air sungai Gandong tetap bersih seperti semula. Karena selain digunakan warga, air tersebut juga dimanfaatkan pabrik gula di Magetan.

Sesuai undang-undang nomer 32 tahun 2009,tentang pengelolaan lingkungan hidup, pihak yang menyebabkan pencemaran air bisa dikenakan sanksi, mulai sanksi administratif, hingga pencabutan izin lingkungan.

Sebelumnya, pencemaran lingkungan termasuk di pencemaran air kali Gandong, mendapat kritik pedas dari kalangan seniman muda Magetan. Mereka memasang topeng raksasa, dengan menggunakan masker di seputar jembatan kali Gandong. Namun kritikan ini tidak mempunyai efek yang positif. Pencemaran lingkungan, termasuk air masih menjadi sebuah kebiasaaan dan  tidak dianggap ancaman. (tur)





Berita Terkait

Viral Sungai Terdampak Limbah Parbik, Seperti Salju Turun Dari Langit

Air Sungai Bungkuk Tercemar Pencucian Pasir

Air Sungai Gandong Tercemar Limbah Kulit
Berita Terpopuler
Masalah Ekonomi Menjadi Pemicu Perceraian di Tengah Pandemi
Metropolis  5 jam

Komunitas Pecinta Kopi Bagikan 1000 Gelas Kopi Gratis
Malang Raya  6 jam

Pengunjung dan Pengelolan THM Jalani Rapid Test
Peristiwa  4 jam

Pemkab Bojonegoro Gelar Screaning Swab Tcm
Peristiwa  3 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Massa Hadang Penjemputan Pasien Covid 19
Pojok Pitu

Belasan Kartu Keluarga Dijadikan Bungkus Tempe
Pojok Pitu

Langgar Protokol Kesehatan Pertunjukan Seni Musik Tradisional Dibubarkan Satgas ...selanjutnya
Jatim Awan

Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber