Berita Terbaru :
Takut Dengan Suami, Ibu Muda Tega Buang Bayi
Sopir Truk Asal Semarang Ditemukan Meninggal di dalam Truk Saat Parkir di SPBU
Persiapan New Normal, Sekolah Lakukan Simulasi Belajar Mengajar
Forkopimda Wacanakan PSBB Hingga Lockdown Antar Kecamatan
Interplasi Dilakukan Lantaran Rekrutmen Pimpinan Bank Jatim Tak Kunjung Selesai
Dua Warga Blitar Tewas Usai Pesta Miras
Dilaporkan Pencemaran Nama Baik di Polrestabes Surabaya, Uci Flowdea Datangi Polda Jatim
Angka Positif Covid 19 Jatim Tembus 14 Ribu Orang
Evakuasi Jasad Pendaki Lawu, Lewat Jawa Tengah
Warga Suku Tengger Gelar Perayaan Hari Raya Yadnya Kasada
Ngopi Sambil Keliling Kota Dengan Bus Coffe
Satu Desa di Ponorogo Di-Lockdown, Puluhan Warga Diisolasi
Awali Musim Panen Padi, Tradisi Metil Digelar Warga Munggut Madiun
KPU Ponorogo Dapat Gelontoran Dana Rp 5,9 Milyar Untuk APD Covid 19
Pandemi Covid-19, Penghoby Aquascape Meningkat
   

Polda Jatim Pastikan Ada Tersangka Baru Terkait Korupsi
Metropolis  Selasa, 12-11-2019 | 17:24 wib
Reporter : Yusmana Windarto
Surabaya pojokpitu.com, Kasus ambruknya SDN Gentong, Pasuruan, akhirnya memasuki babak baru. Setelah menahan tersangka mandor dan pengawas terkait kelalaiannya dalam renovasi atap SDN Gentong, kini Polda Jatim memastikan akan ada tersangka baru terkait korupsi yang menyebabkan dua orang tewas dan belasan lainnya luka-luka.

Kasus ambruknya SD Negeri I Gentong, Kota Pasuruan akhirnya memasuki babak baru. Setelah menahan dua tersangka, DM yang berperan sebagai pengawas dan SE sebagai mandor, terkait kelalaiannya yang menyebabkan orang lain mati, kini Polda Jatim memastikan akan ada tersangka baru.
 
"Tersangka baru tersebut dipastikan lebih dari satu orang dan dikaitkan dengan kasus dugaan korupsi. Saat ini, Polda Jatim akan melakukan pemanggilan terhadap sejumlah orang yang berperan sebagai perencana atau panitia proyek renovasi atap di SDN I Gentong," ungkap Kombes Pol Frans Barung Mangera, Kabid Humas Polda Jatim.
 
Dipastikan proyek renovasi atap SDN I Gentong tersebut, tidak diawasi sebagaimana mestinya. Bahkan proyek paket dana alokasi khusus untuk pembangunan sekolah yang bernilai Rp 200 juta ini, diduga telah dikorupsi oleh pihak perencana, dengan cara pengurangan volume material untuk mendapat margin keuntungan.
 
Dipastikan, Polda Jatim akan menetapkan tersangka baru terkait kasus korupsi yang menyebabkan orang lain mati dan belasan lain mengalami luka-luka.(end)

Berita Terkait

Lapuk Dan Tahah Gerak, Bangunan SDN Ambruk

Sekolah Ambruk, Siswa Belajar di Musholla

Dua Bulan Siswa Belajar di Mushalla, Berharap Ruang Kelas Ambruk Segera Dibangun

Dua Tersangka Penyebab SDN Samaran Ambruk Ditangkap Polisi
Berita Terpopuler
Satu Desa di Ponorogo Di-Lockdown, Puluhan Warga Diisolasi
Peristiwa  5 jam

Musim Panen Harga Bawang Merah Anjlok Drastis
Ekonomi Dan Bisnis  13 jam

Spesialis Pencuri HP dan Penadah Diringkus Polisi Magetan
Peristiwa  9 jam

Para Bakal Calon Berebut Suara Warga NU di Pilkada Sumenep
Pilkada  12 jam



Cuplikan Berita
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Pojok Pitu

Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Pojok Pitu

Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Jatim Awan

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber